DAERAH

Perlunya Penanganan Limbah Kapal di Danau Toba

METRORAKYAT.COM, TAPANULI UTARA – Pemerhati muda Danau Toba, Ricardo Hutabarat yang sudah melanglang buana hampir keseluruh penjuru dunia selalu memberikan inspirasi yang membangun untuk Danau Toba.Dalam tulisan sebelumnya beliau memberikan masukkan bagi Transportasi Danau Toba yaitu perlu adanya “sarana navigasi pelayaran Visual”dan ” jenis-jenis limbah di Danau Toba” secara umum.

Kini beliau kembali menulis perlunya treatment ramah lingkungan di kapal-kapal ro-ro dan kapal kayu yang berlayar di Danau Toba. Hal ini dikatakan Rikardo Kepada Metro Rakyat .

Ricardo Hutabarat menerangkan Jenis-jenis limbah pada umumnya 1.GRAY WATER adalah air yg di hasilkan dari cucian,mandi,memasak, dan membersihkan alat-alat.

Gray water ini sangat dominan mencemarkan air Danau Toba sebab kita setiap hari melakukan aktifitas tersebut.

2.BLACK WATER adalah air yang di gunakan dari Toilet seperti Tinja, dan air seni.
Black water mengandung feses atau bakteri yang dapat berkembang sangat cepat dan mengakibatkan kulit gatal-gatal.Ini juga berlaku bagi pemandian hewan ternak dan kotoran hewan ternak yang dibuang di pinggiran Danau Toba.

3.BILGE WATER adalah air limbah yang di hasilkan dari kapal-kapal dan penumpang kapal seperti Oli, minyak, tinja, urine, detergen, chemicals dan material lain nya yang tumpah ke Danau Toba.

Lanjut Ricardo CEO Carnival Corp Mikey Arison, salah satu orang terkaya di dunia yang membawahi ratusan kapal pesiar mewah telah membayar denda ratusan juta dollar aAmerika akibat “polusi air dan polusi udara” yang di lakukan oleh perusahaan kapal pesiarnya dan sampai sekarang masih berurusan dengan hukum Amerika. Ini di akibatkan human eror dan kesalahan tehnis jadi bukan tidak mau berbuat sesuai ketentuan dan peraturan. Jika kapal pesiar di perairan amerika terbukti melakukan atau menimbulkan limbah maka langsung di jatuhkan denda biaya paling lama 1 minggu dan tidak ada persidangan.

Tentunya dari jenis-jenis limbah diatas yang di hasilkan kapal-kapal adalah “Bilge water”. penanganan limbah”Bilge water” sangat di perlukan bagi kapal-kapal ro-ro dan kapal kayu yang berlayar di perairan Danau Toba.
khusus nya jika kapal-kapal ro-ro yang berlayar di Danau Toba tidak memperhatikan limbah ini maka di-kwatirkan akan menambah kotor air Danau Toba sebab kapal ro-ro mempunyai kapasitas yang besar dalam mencemarkan perairan Danau Toba.

Dalam mewujudkan Danau Toba sebagai “World-class of Tourism” tentunya dengan menjaga ramah lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendukung program pemerintah. Pariwisata Danau Toba akan maju jika perairan Danau Toba bersih darui limbah, perairan danau toba masih tercemar limbah baik itu limbah Gray water, Black water dan Bilge water sampai limbah yang dihasilkan kerambah jala apung(KJA). Sekarang pada umumnya Danau Toba hanya indah dipandang dari kejauhan, hanya beberapah spot tersisa yang indah jika di pandang dari dekat.

Dalam perjalanan saya di banyak negara semua destinasi wisata kelas dunia pada umumnya indah di pandang mata artinya tidak ada pencemaran lingkungan yang berat.
kita mempunyai “sapta pesona” dalam mewujudkan nya.

Lalu bagaimana penanganan”Bilge water” ini ada baik nya di buat suatu log-book untuk penanganan Oli dan minyak yang selalu di cek oleh Nahkoda kapal. kemudian jika Urine dan tinja yang di hasilkan dari Toilet dibuang langsung ke Danau Toba maka perlu adanya penampungan yang baik agar tidak dibuang langsung ke Danau Toba lalu dapat disedot oleh mobil tinja saat penampungan itu sudah penuh. mampukah kita berbuat demikian ?

“Hal ini mengingat air Danau Toba yang sudah sangat tercemar maka menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga agar air Danau Toba tidak makin tercemar, bukankah kebersihan itu di mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar kita,”pungkas Ricardo Hutabarat.(mr/MARUDUT NABABAN )

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com