Pengantar Jenazah Propamkan Oknum Perwira Polisi Berpangkat Ipda

Views: 57

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Tidak terima dipermalukan dan dituduh sebagai pencuri baterai mobil ditempatnya bekerja oleh oknum perwira yang saat ini berdinas di Polsek Medan Kota sebagai Panit Binmas berpangkat Ipda Berinisial LL, Idris Saffi Silalahi pria kelahiran tahun 1974 warga jalan Nusantara gang Rukun No 28 Tembung kecamatan Percut Sei tuan kabupaten Deli Serdang, menuntut keadilan untuk di tegakkan.

Ia melaporkan Ipda LL ke Propam Polrestabes Medan dengan nomor STTPL/13/XI/2018/Sipropam pertanggal 22 November 2018 karena merasa telah dizolimi oleh seorang perwira polisi yang notabene gajinya dari pajak yang dibayarkan masyarakat pada pemerintah.

Kepada awak media Idris Safi’i Silahlahi menjelaskan lewat sambungan telepon (3/12/18) bahwa korban merasa telah di cemarkan nama baiknya, karena telah di cap sebagai maling baik dengan teman kerjanya maupun dengan masyarakat sekitar rumahnya.

Bahkan batin anak-anak nya juga jadi terganggu karena di olok-olokan teman-teman sepermainan.

Kejadianya berawal pada saat hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018 jam 17:45 WIB , Ipda LL datang menemui Idris di gedung Angsa pura jalan Logam, ia langsung menuduh Idris sebagai pencuri 2 unit batere mobil jenazah milik yayasan AngsaPura BK 7409 DP Jenis colt diesel .

” Jumpa lah aku sama si LL itu, begitu jumpa Tampa menunjukkan bukti,Tampa ada saksi langsung mengatakan ” kau pasti malingnya,ngaku aja kau, klo ngak ngaku ku bawa kau nanti ke Polsek Medan Area,” ucap Idris menirukan ucapan Ipda LL.

Lanjutnya lagi, terus ku jawab pokoknya aku nggak ada curi batere mobil itu, lalu dijawab LL” udah ngaku aja, kau jual dimana batere itu terus ku jawablah bang orang aku nggak salah kok” ya udah mau Abang bawa ya bawa aja aku, da lah capek aku, dari siang belum makan,”ucapnya lagi pada Ipda LL.

Merasa dilawan dan di cuekin Ipda LL langsung memborgol tangan Idris dan mendorong tubuhnya ke dinding seperti layaknya maling yang ketangkap basah.

” Udah ngaku kau, pikir-pikir dulu kau sebelum ku bawa kau ke Polsek Medan Area” ucap LL menggertak Idris lagi

Sambungnya lagi ” ya karena aku nggak merasa mencuri tak takut aku bang, sampe di borgolnya pun aku tenang saja, dipaksanya aku agar mengakui perbuatan pencurian itu padahal aku tidak berbuat, ya aku santai aja bang pas di bawa ke Polsek Medan Areapun aku nggak gentar sedikitpun,” kata pria yang kesehariannya berprofesi sebagai supir mobil pengantar jenazah ini.

Karena tak kunjung mengaku akhirnya Idris pun diboyong Ipda LL ke Polsek Medan Area dengan keadaan tangan di borgol ke belakang dengan menggunakan mobil milik Ipda LL.

Sesampainya di Polsek Medan Area Idris pun diperiksa oleh salah seorang Juper ( juru periksa ) di duga tak cukup bukti dan tak adanya saksi-saksi yang melihat Idris melakukan pencurian batere akhirnya ia pun kemudian di pulangkan oleh penyidik.

Keesokan harinya akhirnya Idris Safi’i Silalahi langsung mendatangi Polda Sumut untuk meminta perlindungan hukum dan pada tanggal 22 November 2018 Idris resmi membuat laporan pengaduan ke Propam Polrestabes Medan dengan kasus dugaan pelanggaran disiplin berupa dalam rangka kehidupan bernegara dan bermasyarakat bahwa anggota Polri dilarang melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan dan martabat negara, pemerintah dan kepolisian republik Indonesia sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 5 huruf (a ) PP RI no 2 tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota kepolisian republik Indonesia.

Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Arifien ketika dikonfirmasi akan hal ini pada metrorakyat.com ( 3/12/18 ) di ruang kerjanya jam 9:00 WIB mengatakan bahwa Ipda LL masih dalam pemeriksaan Paminal Polrestabes Medan.

” Oh itu, lagi di periksa yang bersangkutan dan bila telah selesai akan dilanjutkan dengan sidang etik dan disiplin dan berkasnya akan kami kirim ke Bidkum Polda Sumut bang,”pungkas perwira berpangkat satu melati emas yang sejenak lagi akan menjabat Kapolsek Medan Timur ini. (MR/Suriyanto)

0

Your Cart