POLITIK

Penegakan Hukum Penting, Tapi Dampak Sosial Ekonominya Juga Harus Dipertimbangkan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Persoalan pembuangan bangkai babi ke sungai, ke pinggir jalan dan ke danau Siombak membuat marah berbagai kalangan termasuk Plt. Walikota Medan Akhyar Nasution dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Salah seorang pelaku yang mencoba membuang bangkai babi ke sungai berhasil diamankan tim dari Polsek Sunggal.

Menyikapi permasahalan penyakit hog cholera yang menyerang ternak babi di 11 kabupaten/kota di Sumut, Anggota Komisi B DPRD Medan Drs. Wong Chun Sen, M.PdB saat ditemui wartawan, Senin (18/11/2019) menyampaikan bahwa permasalahan penegakan hukum terhadap pelaku pembuang bangkai babi ke sungai sangat penting agar memberi efek jera kepada pelakunya.

“Selain penegakan hukum-nya, kita juga perlu mempertimbangkan dampak sosial ekonominya. Misalkan satu keluarga memelihara ternak babi 20 ekor, tiba-tiba terserang hog cholera. Secara otomatis keluarga ini akan menderita kerugian yang sangat besar. Padahal, menjelang akhir tahun ini mereka sudah punya harapan bisa menjual ternaknya agar memperoleh uang buat beli baju atau sepatu baru bagi anak-anak mereka pada Hari Natal nanti,” kata Wong Chun Sen.

Di 11 kabupaten/kota ini, lanjut Wong pihak terkait dan tim terpadu yang telah dibentuk untuk menangani permasalahan ini harus proaktif dalam melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi permasalahan penyakit hog cholera ini.

Dan memastikan peternak melakukan vaksinasi secara berkala terhadap ternaknya, peternak juga harus diedukasi agar tidak membuang bangkainya ke sungai atau ke tempat yang dianggap berdampak luas pada mahluk hidup disekitarnya.

Wong Chun Sen yang akrab disapa Tarigan menyampaikan bahwa dampak lainnya yang perlu diperhatikan adalah dampak buruk terhadap masalah lingkungan dan kesehatan mahluk hidup disekitar tempat pembuangan bangkai babi.

“Kalau bangkai babi dibuang ke sungai atau ke danau akan memberi dampak negatif terhadap air sungai dan air permukaan. Bau busuk dan sumber penyakit lainnya bisa menyebar ke mahluk hidup termasuk manusia,” tandasnya.

Harapan kita ke depan, tambah Tarigan permasalahan penyakit hog cholera perlu penanganan serius agar tidak meluas kemana-mana dan apabila peternak sudah terdampak agar mendapatkan edukasi yang tepat agar tidak membuang bangkainya sembarangan, tapi menanamnya dengan pola dan aturan yang benar.(mr/red)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com