Passing IN and OUT Danlanud Soewondo Berlangsung Penuh Keakraban

METRORAKYAT.COM | MEDAN – Dalam intitusi TNI pergantian pucuk pimpinan merupakan hal lumrah. Itu dilakukan guna membangun dan meningkatkan pengetahuan dan penyegaran di masing-masing bidang yang diemban. Meski begitu, di tempat tugas yang lama pasti banyak mengisahkan sesuatu kenangan bagai rekan maupun anggota lainnya. Hal itu begitu kentara saat dilakukannya pisah sambut.

Suasana itu terlihat saat dilaksanakan pisah sambut Komandan Lanud (Danlanud) di selter Lanud Soewondo Medan, Selasa (15/5/2018) jam 8:00 WIB.

Pisah sambut dari Kolonel Pnb. Daan Sulfi Sos, M.si, M.Han kepada Kolonel Pnb. Dirk Poltje Lengkey diwarnai suka cita dan penuh kebersamaan.

Sejak kedatangan Danlanud Soewondo yang baru, Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey didampingi istri pagi tadi langsung disambut dengan tarian persembahan khas melayu dan pedang pora. Para perwira serta seluruh anggota Lanud Soewondo serentak meneriakan yel-yel khasnya. Sampainya di Gedung Abdul Karim Saleh Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey beserta ibu di ulosi oleh Danlanud yang lama Kol Pnb Daan Sulfi yang juga didampingi istri untuk memasuki ruangan.

Sekira jam 09.30 WIB dilaksanakan apel khusus di avron Charlie Lanud Soewondo. Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey sebagai Inspektur Upacara dalam sambutanya berharap, apa yang diberikan kepada Danlanud yang lama bapak Daan Sulfi juga diberikan kepadanya dan mengakui bahwa dirinya tak akan mampu bekerja sendiri tanpa anggotanya.

Dirinya juga mengucapkan rasa terimakasih kepada prajurit yang telah berhasil menjaga Lanud Soewondo. Dan mendo’akan kepada Kolonel Daan Sulfi di tempat yang baru lebih bersinar lagi dan semakin baik.

“Intinya apa yg diberikan kepada pak Daan, tolong saya dibuat seperti itu. Kita Team work di Lanud Soewondo. Marilah kita bekerja sama demi Lanud Soewondo dan saya mengharapkan dukungan bapak ibu sekalian,” ucap Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey.

Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey juga meyampaikan prihal situasi negara saat ini yang diguncang teror bom. Untuk itu dirinya berpesan kepada seluruh prajuritnya agar selalu waspada terhadap seluruh tamu yang datang ke Lanud Soewondo.

“Mengingat situasi saat ini apabila ada orang luar masuk ke pangkalan kita, segera periksa dengan teliti. Sekarang di Lanud Soewondo kita sudah memiliki body protektor. Jika ada yang mencurigakan, lapor cepat. Saling berkoordinasi. Kita mempunyai alat komunikasi, saya harapkan itu dipergunakan sebaik-baiknya,” tegas perwira yang berkumis tipis ini.

Diakhir pidatonya, Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey mengucapkan selamat jalan kepada Kolonel Daan Sulfi dan isti, semoga sukses di ditempat yang baru sebagai Danwingtar AAU di Provinsi Yogyakarta.

Sementara Danlanud Soewondo yang lama Kolonel Pnb Daan Sulfi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh staf dan anggotanya selama sekira 1,2 tahun bertugas menjadi Danlanud Soewondo yang sempat terucap kata yang kurang berkenan.

“Kepada semuanya saya mohon maaf. Terutama bagi angota yang secara langsung pernah saya beri hukuman Itu bukanlah keinginan saya melainkan tuntutan jabatan.
Seluruh anggota Lanud pada dasarnya baik.

Saya berharap kejujuran harus dipertahankan karena itu merupakan dasar utama kita melaksanakan tugas. Sekali lagi saya sekeluarga meminta maaf, apalagi menyambut bulan suci Ramadhan waktu dekat ini,” ucapnya.

Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey merupakan kakak asuh saya yang sudah cukup berpengalaman. Untuk itu dirinya berharap kepada seluruh prajurit Lanud Soewondo supaya memberikan yang terbaik kepada komandan yang baru.

“Atas pengalaman beliau, saya yakin Lanud Soewondo ini lebih maju lagi. Siapapun pemimpinnya kita harus hormati. Ahirnya saya ucapkan Selamat bagi komandan yang baru. Marilah kita kerja dengan hati dan sukseskan organisasi kita ini,” tutupnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian cenderamata mulai dari tantama sampai perwira dan juga pns Lanud Soewondo kepada Kolonel Pnb Daan Sulfi beserta istri dan diteruskan dengan hiburan bersama sembari menyatab hidangan yang dipersiapkan.

Acara berlangsung semakin terasa akrab dan suka cita saat Kolonel Daan Sulfi beserta istri naik ke panggung dengan menyumbangkan beberapa lagu dan diikuti tepuk tangan seluruh anggota.

Acara keakraban penuh haru itu semakin bergejolak dengan lagu berjudul “anak medan” yang dilantunkan Komandan baru, Kolonel Dirk Poltje Lengkey yang membuat seluruh anggotanya tak kuasa menahan hasrat untuk berjoget.

Usai acara tersebut, puluhan perwira kembali berbaris untuk melakukan passing out dan penghormatan pedang pora sebagai bentuk penghormatan tanda Kolonel Daan Sulfi beserta istri beranjak meninggalkan lanud Soewondo.

Para tokoh masyarakat dan para pejabat yang turut diundang juga menyampaikan rasa hormat saat Kolonel Daan Sulfi meninggalkan lokasi dengan menggunakan moge.

Selanjutnya, komunitas Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) selaku rekan Daan Sulfi mengiringi komandan pencinta Moge (Motor Gede) dengan berbaris bersama motornya dan mengarak Daan Sulfi bersama yang juga mengendarai Moge hingga keluar pintu gerbang.

Para prajurit melambaikan tangan dan mengucapkan selamat jalan dan sukses terhadapnya.

Serta berharap agar komadannya itu selalu mengingat bekas anggotanya yang bertugas di Lanud Soewondo.

Di mata anggotanya, Kolonel Daan Sulfi merupakan sosok pemimpin yang peduli terhadap anggotanya. Kepedulian ditunjukan sang komandan apabila salah seorang anggota mengalami suatu masalah.

“Kepeduliannya itu ditunjukan dengan mendidik anggota dan menasehati anggotanya. beliau membina Orangnya tegas dan disiplin. Selama 1,2 tahun beliau menjabat, kami seluruh anggotanya merasa sangat senang,” tutur Praka Pom, Kebi Manik saat ditanyai oleh wartawan. (MR/Suriyanto)