OPINI

MERAJUT PERSAUDARAAN DALAM PANGKUAN IBU PERTIWI INDONESIA

METRORAKYAT.COM, Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa telah melindungi, memberkati bangsa Indonesia sukses menyelenggaran Pesta Demokrasi Rakyat, pemilihan umum (Pemilu), pemilihan presiden (Pilpres), pemilihan legislatif (Pileg) Serentak 17 April 2019 dalam suasana aman, nyaman, damai, gembira dan bahagia.

Perhelatan politik menguras energi besar kurang lebih tujuh (7) bulan tahapan Pilpres, Pileg Serentak 2019 yang merupakan sistem demokrasi terbesar dan terhebat di dunia telah mengangkat derajat, martabat bangsa Indonesia di mata dunia internasional.

Pesta demokrasi rakyat menggabungkan Pilpres, Pileg Serentak pada satu hari pemungutan suara akan jadi role model berdemokrasi di dunia. Bangsa Indonesia telah mampu membuktikan diri sistem demokrasi paling hebat di era milenia. Dan hal itu tentu harus disyukuri oleh seluruh anak bangsa.

Harus diakui perjalanan tahapan Pilpres, Pileg Serentak 2019 sungguh melelahkan dan meletihkan bagi seluruh anak negeri. Bahkan tahapan-tahapan Pilpres, Pileg Serentak 2019 diwarnai pernak-pernik dinamika politik menimbulkan polarisasi serta “kubu-kubuan” Persaudaraan sesama anak Ibu Pertiwi Indonesia yang tak mustahil mengusik harmoni anak negeri satu sama lain.

Pertarungan kontestasi politik keras dua Paslon Capres/Cawapres #01 Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)-Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin dengan Capres/Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Solahuddin Uno telah membelah kekuatan partai politik.

Capres/Cawapres #01 Jokowi-KH. Ma’ruf Amin diusung/didukung partai politik antara lain; PDI-Perjuangan (PDI-P), Partai Nasional Demokrat (P. Nasdem), Partai Golongan Karya (P. Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (P. Hanura), PKP-Indonesia, Perindo, PSI, PBB yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja.

Capres/Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno diusung/didukung partai politik antara lain; Partai Gerindra, PKS, PAN, P. Demokrat, Partai Berkarya, Partai Garuda yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur.

Kedua kubu Paslon Capres/Capres tentu akan melancarkan taktik strategi menarik simpati, dukungan calon konstituen untuk kemenangan masing-masing. Hal itu tidak mustahil pula menimbulkan “kubu-kubuan” di akar rumput.

Pesta demokrasi rakyat Pilpres, Pileg Serentak 2019 yang seharusnya wadah pendidikan politik rakyat, dalam pertarungan keras telah dinodai ujaran kebencian, fitnah, hoax atau kebohongan, hujat, hasut, adu domba, provokasi, agitasi, kampanye hitam dari pihak-pihak tak bertanggung jawab merusak harmoni sesama anak bangsa.

Fanatisme buta sektarian-primordial sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang tak seharusnya dibangkitkan kembali di Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bhinneka Tunggal Ika sudah final dan HARGA MATI seiring Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 diproklamirkan Bung Karno-Bung Hatta atas nama seluruh bangsa Indonesia ke seluruh dunia.

Bumi Indonesia “Taman Sari” tumbuh mekar perbedaan, keragaman, kemajemukan atau kebhinnekaan Indonesia Pluralistik-Multikultural terusik oleh politisi haus kuasa menghalalkan segala cara memuaskan nafsu birahi berkuasa, tanpa mempertimbangkan, memperhitungkan ancaman laten keutuhan bangsa akibat pertarungan keras kompetisi suksesi kekuasaan agenda lima tahunan diamanahkan konstitusi.

Hal itu, sungguh amat disayangkan dan disesalkan seluruh rakyat cinta Indonesia.

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bangsa Indonesia telah selamat melalui ujian berat berbangsa bernegara melaksanakan agenda kontestasi politik, dan telah berhasil memilih dan menentukan calon-calon pemimpin, baik presiden/wakil presiden maupun legislator (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota) atas pilihan suara rakyat 17 April 2019 dari berbagai Quick Count Survey kredibilitas yang keputusan akhir hasil Real Count Manual Komisi Pemilihan Umum (KPU, KPUD) berwenang mutlak sesuai amanah konstitusi di republik ini.

Pesta demokrasi rakyat Pilpres, Pileg Serentak 2019 telah usai dan tinggal menunggu hasil resmi dan final beberapa waktu ke depan.

Selaku bangsa besar, beradat, berbudaya, beradab dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh anak negeri wajib hukumnya “MERAJUT PERSAUDARAAN DALAM PANGKUAN IBU PERTIWI INDONESIA” sebab kita BERSAUDARA KANDUNG ANAK IBU PERTIWI INDONESIA.

Rakyat Indonesia telah memutuskan memilih pemimpinnya. Siapapun pemenang pada Pilpres, Pileg Serentak 17 April 2019 mereka adalah Presiden/Wakil Presiden, Wakil Rakyat (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota) seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya pendukungnya semata.

Karena itu, marilah kita “RAJUT PERSAUDARAAN DALAM PANGKUAN IBU PERTIWI INDONESIA” dengan menghilangkan rasa kebencian, saling curiga, saling tak percaya satu sama lain. Sebab, tidak ada satu bangsa pun diatas dunia Optimis Maju, Hebat dan Adidaya tanpa PERSATUAN SELURUH RAKYATNYA.

INGAT…….BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH.

JAMINAN SURVIVAL BANGSA TIDAK LAIN DAN TIDAK BUKAN ADALAH PERSATUAN INDONESIA.

Dirgahayu Kemenangan seluruh rakyat Indonesia……!!!
Bravo Indonesia…..!!!

Medan, 18 April 2019.
Salam NKRI…..!!! MERDEKA……!!!
Penasehat Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (DPC ISRI) Kota Medan. (Oleh: Drs. Thomson Hutasoit / Pendapat pribadi).

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com