Ketua FP2GB: Tunda Dulu Proses Penjaringan Balon Rektor IAIN, Di Duga Ada Main

METRORAKYAT.COM, LANGSA -Ketua umum Forum Pemuda Peduli Generasi Bangsa (FP2GB) Tgk.Indra Baiduri angkat bicara mengenai penjaringan bakal calon rektor IAIN Langsa untuk Periode 2019-2023, melalui press relisnya Jum’at (02/11/18) sore.

Tgk.Indra menjelaskan,dari 6 orang calon yang mendaftar diantaranya,Dr. Basri Ibrahim,Dr. Zainuddin,Dr. Mohd Nasir, Dr.A.Rani,Dr.Iskandar dan Dr.Ismail Fahmi,namun yang terjaring setelah proses Administrasi sebanyak 3 orang calon.

“Terpilihnya 3 orang calon menimbulkan tanda tanya di kalangan akademisi dan masyarakat apalagi dikarenankan hanya persyararatan administrasi yang tidak signifikan,”kritis tgk.Indra.

Menurut Tgk.Indra dalam kontek pencalonan ini ditemukan adanya sifat kejanggalan dalam proses seleksi berkas bakal calon rektor IAIN, diduga ada permainan pihak panitia terhadap berkas para bakal calon atas pengaturan (setting) pihak tertentu untuk kepentingan terpilihnya calon yang diinginkan menjadi rektor IAIN periode kedepan.

Beberapa kejanggalan yaitu,panitia hanya memberikan berita acara serah terima berkas tidak memberikan cek lis kelengkapan berkas yang seharusnya diberikan pada saat pendaftaran kepada bakal calon sehingga nampak upaya pengaburan dari pihak panitia seleksi.

Kejanggalan lain tidak adanya konfirmasi kepada bakal calon pada masa verifikasi berkas,sehingga dicurigai ini adalah upaya penjegalan terhadap bakal calon tertentu untuk ikut bersaing sampai uji kelayakan dan kepatutan oleh komisi seleksi di kementerian Agama.

“Panitia melanggar tata tertib yang telah ditetapkan diataranya ada tahap verifikasi dan klarifikasi para bakal calon.Sampai pengumuman dikeluarkan tidak ada konfirmasi dari panitia terhadap bakal calon seperti yang diakui oleh salah seorang bakal calon Dr. Ismail Fahmi,”jelas Tgk.indra.

Maka dari kronologis itulah Tgk.Indra menilai panitia penjaringan melangkahi kewenangannya, seharusnya semua tahapan yang telah dibuat panitia di tempuh demi terjaring balon rektor secara adil dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Sementara tahapan yang dilalui oleh calon rektor masih beberapa tahap yaitu tahap penilaian kualitatif oleh senat, kemudian di usulkan kepada komisi penjaringan pusat untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan, setelah proses sudah di lalui barulah kemudian komisi menetapkan 3 nama calon untuk diserahkan ke menteri Agama untuk di pilih sebagai rektor IAIN langsa periode 2019-2023.

Tgk.Indra menilai masalah ini sangat tidak rasional, ada indikasi penjegalan terhadap salah satu bakal calon dilakukan di tingkat panitia penjaringan karena mereka tidak mungkin mempengaruhi independensi senat dan senat juga tidak berhak mengugurkan balon dengan alasan apapun apabila balon sudah memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan oleh kementerian Agama.

Tgk.Indra mengharapkan proses ini dapat segera ditunda sementara waktu, supaya tidak terjadi kesalah pahaman di kalangan akademisi. “Panitia juga perlu memberikan kesempatan untuk balon supaya melengkapi berkas yang belum lengkap untuk diajukan ke senat, demikian,” pungkasnya(MR/ATAR)

Bagikan :