Kematian Membot Tahanan Polrestabes Medan Masih Misteri

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kematian seorang tahanan narkoba Polrestabes Medan yang meninggal dunia (6/11) saat sedang makan siang atas nama Muhammad Imron Rosadi di dalam sel tahanan titipan ( Tahti) Polrestabes Medan masih misteri.

Trisna Irawadi orang tua dari Muhamad Imron Rosadi alias Membot (28) warga jalan Walet 4 No 232 Perumnas Mandala pada metrorakyat.com ketika diwawancarai sesaat sebelum prosesi sholat jenazah Membot di masjid yang terletak di jalan Merpati II Perumnas Mandala mengatakan bahwa kematian anak lelakinya itu masih misteri dan belum diketahui penyebabnya karena hasil outopsi dari RS belum keluar namun salah seorang penyidik yang menangani kasus itu mengatakan bahwa kematian tersebut dikarenakan segumpal nasi yang berada di saluran pernafasannya.

” Belum keluar hasil outopsi dari rumah sakit bang, cuma yang kami bingung kenapa penyidiknya Bripka Jhon Paul mengatakan bahwa kematian Membot (almarhum) disebabkan karena adanya nasi yang menyumbat pada saluran pernafasannya, kan bingung kami,” ucap Trisna.

Lanjut Ayah Almarhum, hasil outopsi belum keluar dan keterangan resmi dari rumah sakit juga belum di dapat namun penyidik berani mengatakan anaknya meninggal akibat tersedak nasi saat sedang memakan nasi bungkus di dalam sel Tahti. “Saya melihat ada keganjilan atas kematian anak saya, sehingga seluruh  keluarga masih menunggu hasil outopsi dari pihak rumah sakit Bhayangkara Poldasu. Ya jika kematian anak saya karena tersedak ya kami pasrah, tapi bila karena ada unsur kesengajaan dan kelalaian, kami akan menuntut bila perlu sampai ke Mabes Polri dan ke presiden RI.

Hal senada juga dikatakan Juan teman korban yang mengatakan bahwa Bripka Jhon Paul Simanjuntak mengatakan bahwa kematian korban karena adanya segumpal nasi di saluran pernanafasannya.

” Ia bang dihadapan kami, penyidik Polrestabes itu mengatakan bahwa kematian Membot akibat tersedak nasi pada saat makan, saksinya banyak bang, ada Amek, Ikan, Taufik, Espin, Lutfi, Anggi, Andre, Supri,” ucap Juan.

Kasat Narkoba Bantah Kematian Membot karena keracunan makanan

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael ketika dikonfirmasi (7/11) jam 13:00 WIB via telepon membantah kabar kalau korban meninggal karena keracunan makanan.

” Tidak benar itu bang, hasil outopsi dari rumah sakit Bhayangkara belum keluar jadi dari mana kabar kalau korban meninggal karena keracunan makanan, ngak betul itu bang,silahkan Abang cek ke Tahti masih sehat walfiat mereka disana,” ucap Raphael.

Masih dikatakannya,  informasi yang beredar di beberapa media yang menyebutkan bahwa selain korban ada lima orang rekan sesama penghuni rumah tahanan yang juga keracunan adalah tidak benar.

“Jadi dengan ini kami membantah kalau penyebab kematian Membot (nama panggilan korban) karena keracunan makanan, sama-sama kita tunggu lah hasil resmi dari dokter rumah sakit, karena hanya kedokteran lah yang berhak menjelaskan itu dan mengenai adanya pernyataan dari penyidik, saya tegaskan penyidik tidak punya kewenangan menjelaskan hasil outopsi dan yang berhak hanya pihak rumah sakit Bhayangkara,”pungkas Raphael.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut saat di tanyai wartawan metrorakyat.com di depan ruang emergensi room sebelum melaksanakan apel pagi, KombesPol. dr.Nyoman Eddy, DFN.,Sp.F mengatakan bahwasanya tidak benar kematian tahanan akibat keracunan makanan.

Amatan wartawan di rumah duka, korban di mandikan dan disholatkan di masjid sebelum akhirnya jenazah Membot di kebumikan pihak keluarga di perkuburan Muslim belakang kantor PLN Mandala. (MR/Suriyanto)

Bagikan :