HUKUM

Judi dan Narkoba ‘Marak’ di Karo, Lintas Agama Sambangi DPRD Karo

METRORAKYAT.COM, TANAH KARO – Sungguh memprihatinkan, penyakit masyarakat (pekat) seperti judi, narkoba, kenakalan remaja, premanisme, pungli dan prostitusi mulai merajalela ditengah-tengah masyarakat Tanah Karo.

Mirisnya lagi, tempat perjudian dibuka diberbagai tempat mulai dari desa hingga ke kota. Sehingga dapat mempengaruhi kondisi masyarakat yang tinggal disekitar lokasi perjudian. Bahkan tidak dipungkiri lagi jika dilokasi perjudian dapat menjadi tempat transaksi narkoba.

Persoalan besar ini membuat lintas agama di Karo, Selasa (23/7/2019) menyambangi kantor DPRD Karo guna membicarakan persoalan tersebut dengan Forkopimda, Stakeholder dan seluruh elemen masyarakat yang telah dijadwalkan beberapa hari lalu.

Menurut Sekum Moderamen GBKP juga Jubir Gerakan Petisi Suara Keprihatinan Masyarakat Karo, Pdt. Rosmalia Br. Barus. Pertemuan di DPRD sebagai tindaklanjut surat pengajuan Gerakan Petisi Suara Keprihatinan Masyarakat Karo tentang penyakit masyarakat yang sudah merajalela di mana-mana.

“Semua tokoh rohaniawan atau lintas agama sepakat untuk memberantas segala bentuk pekat terutama peredaran, pemakaian narkoba dan perjudian,”ujarnya.

Dikatakannya, rohaniawan kristen dari Moderamen GBKP ada Pdt. Agustinus Purba, Pdt. Repelita Ginting, Pdt. Yunus Bangun, Pdt Kongsi Kaban, Dk. Khristiani Br Ginting, Pdt. Krismas Barus juga hadir. Begitu juga Ketua BKAG Pdt. Andi Sastra Ginting, Pdt. Widya F Sinaga (HKI), Pt. Theofilus Sinulaki dari Kecamatan Lau baleng). Sedangkan rohaniawan Islam yakni Ketua MUI Karo Ust, H. F Samadin Tarigan, Suyato Tarigan, H Erwin Tanjung, H Suanto Sitepu (NU), Aswan Sembiring (Ketua FKUB), Tokoh Adat/Budaya Karo, Malem Ukur Ginting juga ikut sepakat memberantas segala penyakit masyarakat.

“Tadi kami semua hadir di gedung dewan yang dihadiri Forkopimda dan para anggota dewan. Jadi kita semua sepakat memberantas pekat yang hidup ditengah-tengah masyarakat Karo,”ujarnya.

Karena sebagai pemimpin umat, sangat sedih mendengar banyaknya warga yang melapor karena ‘maraknya’ kegiatan-kegiatan ilegal yang membuat resah masyarakat lainnya yang tak tahu apa-apa.

Pantauan wartawan, dialog atau rapat dengar pendapat (RDP) antara rohaniawan dari berbagai agama dengan forkopimda, stakeholder dan elemen masyarakat berlangsung dengan baik. Mereka juga membicarakan terkait usulan anggaran untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat di Karo agar ditampung di APBD. (MR/Anita)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com