BERITA UTAMA SOSBUD

Ini Kata Brigjen.Pol. Purn. Victor Edison Simanjuntak Tentang Diskusi Publik Nasional Metro Rakyat Dengan Polri Di Medan.

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Victor Edison Simanjuntak turut hadir sebagai salah satu Keynote Speaker pada Diskusi Publik Nasional Metro Rakyat dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Senin (7/11/2016) di Emerald Garden International Hotel, Medan. Mantan Jenderal bintang satu ini mengatakan bahwa dengan hadirnya forum diskusi yang digelar Metro Rakyat ini membawa pengaruh yang cukup besar. Disamping kebebasan dalam mengeluarkan pendapat dari masing-masing peserta diskusi, audiens juga diajak untuk lebih terbuka mengkritisi bagaimana kinerja Polri saat ini. Selain itu, Victor juga menekankan bahwa perihal pemberantasan Pungutan Liar dan Gratifikasi di tubuh Polri harus menyeluruh. “Memberantas korupsi di tubuh Polri bukan dilakukan hanya untuk bawahan saja, namun menyeluruh mulai dari pucuk pimpinan sampai ketingkat terendah. Semuanya di mata hukum sama, dan tidak ada tebang pilih. Karena korupsi saat ini sudah merambah kesetiap sendi-sendi kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Para Penyelenggara Pemerintahan juga harus turut mau melakukan penegakan hukum secara bersama-sama, dan bukan sekedar tugas Polri saja”, kata Victor dihadapan ratusan undangan dan panelis dari denominasi golongan.

Victor Edison Simanjuntak adalah Purnawirawan Polri dengan jabatan terakhirnya sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri. Mantan Jenderal Polisi bintang satu ini hadir sebagai salah satu Keynote Speaker pada Diskusi Publik Nasional Metro Rakyat Dengan Polri di Medan baru-baru ini.

 

Masih kata Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri ini, memberantas korupsi harus dimulai dari niat kita, apakah kita mau dan tegas untuk tidak korupsi, dan mustahil itu diberantas jika kesiapan diri kita masing-masing belum mengatakan tidak untuk korupsi. Victor juga mencontohkan kasus yang pernah ditanganinya  yakni suap di SKK Migas , bahwa ladang korupsi terbesar adalah dari sektor Minyak Bumi dan Gas (Migas), dan dilakukan dengan cara yang sistematis. “Yang terbesar korupsinya adalah dari sektor migas. Yang pernah saya tangani saja, kerugian negara mencapai 38 triliun. Makanya saya pikir, kita harus bersama-sama mendukung program Presiden Jokowi untuk membersihkan negara ini, dengan membersihkan birokrat-birokrat yang kotor, ” lanjutnya.

Pada harapannya Victor menegaskan bahwa bagaimana melahirkan seorang Polisi yang jujur dan profesional dan dicintai rakyatnya, tidak lepas dari tuntunan pimpinannya sendiri. “Jika pimpinan sendiri tidak layak menjadi panutan dan memberikan contoh yang buruk, maka suatu saat bawahanpun akan mencontohnya demikian”, tukas Victor dengan lantang.

Seperti diketahui, redaksi media online berbasis Nasional Metro Rakyat menyelenggarakan Diskusi Publik Nasional bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia. Setelah sebelumnya mendapatkan izin atau disposisi dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Wakapoldasu ditugaskan untuk memberikan paparan dan bertindak sebagai Keynote Speaker Utama pada Diskusi gawaian Metro Rakyat ini. Bertindak menjadi Keynote Speaker lainnya yakni, Brigadir Jenderal Polisi Purnawirawan Victor E.Simanjuntak, Ketua Umum Ikatan Penasehat Hukum Indonesia Provinsi Sumatera Utara M. Sa’i Rangkuti, SH, MH. Undangan dan panelis lainnya berasal dari Akademisi dan Mahasiswa kampus Universitas Sutomo, Medan Area, Universitas Sumatera Utara, Darma Agung. Sedangkan pelajar dari SMK Negeri 10 Medan turut menyumbangkan dedikasinya pada acara tersebut sebagai Potographer dan Penerima Tamu Kehormatan, dan dipandu kelompok paduan suara dari SMA Negeri 4 Medan. Turut hadir pada acara tersebut, Pemerintah Kota Medan diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Medan, Drs. Darussalam Pohan, MAP, Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Medan, Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK,MHum, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Dra. Rina Sari Ginting, dan elemen masyarakat lainnya seperti MHKI (Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia), LSM Topan RI Sumut, LSM Penjara Indonesia Sumut, Puja Kesuma, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Kota Medan, Taruna Merah Putih Kota Medan, Karang Taruna Kota Medan, dan segenap insan pers dari berbagai media di kota Medan. Diskusi kali ini mengambil  thema yakni “Mari Mewujudkan Polri Yang Profesional, Jujur dan Dicintai Rakyat Demi Perwujudan Revolusi Mental”.  Metro Rakyat melaksanakan agenda Diskusi Publik ini adalah produksi yang ke dua di tahun 2016, kendati masih berusia dini sejak didirikannya perusahaan PT.Metro Rakyat Intermedia pada bulan Maret 2016 yang lalu. (MR/Red).

Bagikan: