DAERAH

Ini Calon Keuchik Yang Diluluskan P2K Kampong Alue Gading Sa Yang Diduga Berzina Dengan Istri Tetangga

METRORAKYATCOM, ACEH TIMUR – Pemilihan Keuchik dalam wilayah Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur tidak lama lagi akan di gelar. Terlihat sejumlah Kampong di Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur sudah mempersiapkan Panitia Pemilihan Keuchik ( P2K ) bahkan sudah bekerja untuk penyaringan dan verifikasi calon Keuchik di Kampong masing – masing.

Foto: Hadi, Ketua pemilihan Keuchik Gampong Alue Gading Sa ( metrorakyat.com/Danton)

Diantaranya, Gampong Alue Gading Sa, yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Birem Bayeun, juga di laksanakan pemilihan Keuchik, dengan Panitia Pemilihan Keuchik ( P2K ) sudah terbentuk bahkan sudah bekerja dalam penyaringan dan sudah di verifikasi calon.

Namun dalam penyaringan calon Keuchik yang di lakukan oleh Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) di Kampong Alue Gading Sa Kecamatan Birem Bayeun sudah menyalahi Undang – Undang (UU) Qanun Aceh.

Pasalnya, di Kampong tersebut Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) sudah melaksanakan penyaringan calon dan terdapat dua calon di antaranya Dadang Isnaini, sudah di terima berkasnya dan di nyatakan lulus verifikasi bahkan berkas calon Keuchik sudah di serahkan kepihak Kecamatan oleh P2K.

Yang di nyatakan Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) Gampong Alue Gading SA menyalahi Undang – Undang ( UU ) Qanun Aceh dengan meluluskan calon Keuchik yang namanya Dadang Isnaini, dalam verifikasi oleh P2K. sementara Dadang Isnaini calon geuchik tersebut terbukti pernah melakukan perbuatan tercela, yaitu berzina dengan istri tetangga di saat suaminya tidak berada dirumah, pada hari Kamis tanggal 7 September 2017. Pukul 09.00 Wib di pagi hari di rumah korban.

Dengan sudah terbukti perbuatan calon Keuchik Dadang Isnaini melakukan perbuatan tercelah kenapa Penitia Pemilihan Keuchik ( P2K ), meluluskan verifikasi dan disinyalir ada permainan antara Dadang Isnaini calon geuchik dengan oknum P2K sehingga hasil verifikasi P2K menetapkan calon geuchik lulus menjadi calon tetap.

Sementara dalam pencalonan Keuchik di sebutkan dalam Qanun Aceh No. 4 Thn 2009 Bab VI Bagian kesatu Pasal 13 : Bahwa Calon Geuchik harus memenuhi syarat antara lain yang tertuang pada Qanun Aceh No 4 Thn 2009, Calon Geuchik pada poin: l. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela, berzina, berjudi, minum khamar dan berkhalwat.

Selanjutnya untuk memperkuat dugaan Dadang Isnaini calon Keuchik Gampong Alue Gadeng Sa telah melakukan perbuatan tercela ( Berzina ) sebagai korban Eva Permatasari ( 28 ) pekerjaan Ibu Rumah Tangga, Alamat Dusun, Sido Mulyo, Gampong Alue Gadeng Sa Kecamatan Birem Bayeun, juga telah membuat Surat pernyataan dengan terjadinya kami melakukan hal tersebut (Zina) memang dasar suka sama suka dia dan karena saya juga di berikan uang sebesar Rp.500.000 ribu rupiah oleh Dadang Isnaini.

“Pada dasarnya uang Rp.500.000 ribu rupiah itu saya terima jauh hari. Sebelum terjadi kejadian perbuatan tersebut ( Zina ) di sebabkan karena saya berhutang dengan Dadang Isnaini dan saya belum bisa mengembalikan uang yang saya pinjam kepada Dadang sebesar Rp.500.000 ribu rupiah. Kemudian Dadang Isnaini merayu saya dengan mengatakan, ya sudahlah kalau kamu mau melayani saya berhubungan suami istri saya anggap hutang itu lunas. Atas kesalahan saya telah mengakuinya dan sudah melaporkan kepada Tuhapeut, Imum Gampong, Tokoh Masyarakat, Ketua Pemuda, dan Perangkat Gampong, di tandatangani diatas materai 6000,”ujarnya.

Akibat dari kejadian itu akhirnya korban berpisah dengan suami nya. begitu bunyi surat pernyataan yang di buat oleh Eva Permatasari korban dari Dadang Isnaini calon keuchik yang di luluskan oleh Ketua Panitia Pemilihan Keuchik ( P2K ) Gampong Alue Gading Sa.

Masih menyangkut dengan hal tersebut media mencoba mengkonfirmasi Ketua Panitia Pemilihan Keuchik Gampong Alue Gading Sa mengapa Calon Keuchik yang sudah nyata melakukan perbuatan tercela (Berzina) bisa di luluskan menjadi calon tetap. Hadi, Jum’at (16/8/19) mengatakan, dia tidak berhak menggugurkan calon keuchik atas nama Dadang Isnaini karna buktinya tidak ada hanya surat pernyataan dari korban saja itu enggak bisa di percaya buktinya.

“Siapa yang melihat mereka berbuat seperti berzina, jadi kalau tidak ada buktinya dari dasar apa saya harus menggugurkan untuk menjadi calon keuchik, dan kalau saya di bilang menyalahi Undang – Undang ( UU ) Qanun Aceh saya enggak tahu,”ungkap Hadi selaku ketua P2K Kampong Alue Gadeng Sa.

Di tempat terpisah hal yang sama juga di ungkapkan oleh Calon Keuchik Dadang Isnaini dirinya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang di tuduhkan oleh Evi Permatasari seperti berzina dengan dirinya, tuduhan boleh saja tapi buktinya mana ada.

” Ooo, soal Evi permatasari membuat surat pernyataan terserah dia, kalau saya tuntut pencemaran nama baik saya bagaimana,” ucap Dadang selaku calon keuchik kepada wartawan dengan nada sedikit menantang. (MR/ DANTON)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com