POLITIK

Hari Ananda Anggota DPRD Sergai Meminta Pemkab Sergai Cepat Tanggap Menangani Wabah Hog Cholera Di Sergai

METRORAKYAT.COM, SERGAI – Anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dari partai PPP, Hari Ananda, S.Pd, M.SP dengan tegas meminta kepada Pemerintah Serdang Bedagai agar bergerak cepat dalam menangani kasus hog cholera yang mewabah di Serdang Bedagai.
Hal itu disampaikannya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (13/11/2019) malam.

Disebutkannya, bangkai-bangkai babi yang dibuang pemiliknya ke sungai membuat lingkungan tercemar.

Salah satu politisi PPP itu meminta pemerintah cepat tanggap dengan melakukan sweeping serta memberikan sanksi tegas kepada para pembuang bangkai babi ke sungai.

Menurut Hari Ananda, hal itu merupakan pelanggaran terhadap UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) No.23 tahun 1997 tentang Kelestarian Lingkungan Hidup.

“Ini merupakan bentuk pelanggaran UU PPLH, pelaku pengerusakan dan pencemaran lingkungan yang dengan sengaja mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakkan lingkungan hidup, diancam pidana kurungan penjara paling lama 10 tahun dan denda 500 juta rupiah,” kata Hari Ananda yang mewakili Dapil II Sergai itu.

Dia menambahkan, bahwa wabah hog cholera di Sergai telah menimbulkan dampak yang cukup buruk bagi masyarakat.

Salah satu dampak negatif itu menurut Hari Ananda adalah menurunnya daya beli masyarakat terhadap ikan laut maupun ikan tawar, karena takut terpapar hog cholera dari bangkai babi yang dibuang ke sungai.

Untuk itu, Anggota DPRD Sergai dari partai PPP ini meminta pemerintah jangan hanya melakukan pembukaan posko pengaduan dari tingkat kecamatan sebagaimana yang diungkapkan oleh Dinas Ketapang Sergai dalam Rapat Koordinasi yang digelar sebelumnya.

Tetapi harus membuat tindakan yang lebih konkrit dengan melakukan vaksinasi dan penyemprotan dengan maksimal agar penyebaran virus hog cholera tidak semakin meluas.

Hari ananda sebagai anggota DPRD Sergai dari Dapil II itu juga berharap agar Dinas Lingkungan Hidup Sergai melakukan uji hasil laboratorium secepat mungkin.

Karena waktu satu minggu sebagaimana yang disampaikan dianggapnya terlalu lama, mengingat wabah hog cholera sudah semakin meluas dan meresahkan masyarakat.

“Saya meminta pemerintah melakukan evaluasi dan penertiban terhadap peternakan yang dikelola masyarakat dengan mengacu kepada Perda RTRW,” tegas Hari Ananda.(MR/AZMI)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com