DAERAH

FoSSEI Sumbagut Siap Dukung Qanun Lembaga Keuangan Syari’ah di Aceh

METRORAKYAT.COM, BANDA ACEH – Mahasiswa Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam Sumatra Bagian Utara (FoSSEI Sumagut), Siap mendukung penuh atas dibuat nya Qanun lembaga keuangan syari’ah di Aceh, bertempat pada Musyawarah Nasional (Munas) FoSSEI ke XVII, di Universitas Yarsi Jakarta Pusat, Minggu (22/09/2019).

Pada kegiatan Munas FoSSEI ke XVII tersebut, di hadiri oleh 205 kader FoSSEI di seluruh Indonesia. Munas ini berjalan selama 4 hari lamanya, yaitu pada tanggal 18 September sampai 21 September. Hari pertama dimulai dengan pembukaan kegiatan Munas FoSSEI yang langsung di buka oleh rektor Universitas Yarsi Prof. dr. Fasli Jalal, PhD dan di lanjutkan dengan seminar nasional yang bertema “Sinergisitas Sociopreneur dan ZISWAF dalam mengembangkan industri halal di Indonesia”, berlokasi di Auditorium Ar-Rahman Universitas Yarsi.

Setelah selesai seminar, langsung di lanjutkan agenda Munas. Dalam tahap penyusunan presidium tetap, pembacaan lembar pertanggung jawaban dibacakan oleh para Presidium Nasional FoSSEI periode 2018-2019.

Kemudian di hari kedua langsung dilanjutkan dengan membagikan komisi dan pencalonan Presidium Nasional (Capresnas) FoSSEI periode 2019-2020. Dari hasil Munas tersebut melahirkan 5 Presidium Nasional untuk periode 2019-2020 yaitu Agus Sulaiman, Ahmad Fauzan, Abdul Muhib Hikam, Boma Bromodipati, dan Adam Adhi Nugraha.

Selanjutnya di hari ketiga dan keempat dilanjutkan dengan Field Trip, yang dimana diantaranya para peserta mengunjungi salah satu bingkai simbol kemegahan Indonesia, yaitu Monumen Nasional (Monas) dan Kota Tua di Jakarta.

Koordinator Komisariat Aceh FoSSEI Sumbagut Maulana Putra mengatakan bahwa Aceh adalah contoh atau kiblat utama Indonesia dalam menegakkan syariat Islam.

“Aceh adalah suatu contoh yaitu dimana menjadikan kiblat utama indonesia dalam hal permasalahan menegakkan syariat Islam yang kaffah. Semoga harapannya, peraturan tersebut tidak hanya berlaku di wilayah Aceh saja, tetapi harapan terbesarnya adalah, semoga para kader-kader FoSSEI siap mengajukan untuk dibuatnya Undang-Undang Tentang Lembaga Keuangan Syari’ah di Indonesia”, ujarnya.

Selanjutnya, beliau menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang telah disahkan pada tahun 2018 di Provinsi Aceh.

Selanjutnya, belakangan ini beberapa Bank dan unit usaha Syariah telah bersiap dan memiliki perhitungannya potensi pertambahan aset pasca berlaku nya Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di provinsi Aceh.

“Kami dari mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam Regional Sumatra bagian utara (FoSSEI Sumbagut), siap mendukung Qanun Lembaga Keuangan Syariah yang telah disahkan pada tahun 2018 di Provinsi Aceh. Mari masyarakat Aceh sama-sama kita turut aktif terhadap Qanun LKS, demi kemaslahatan umat dan demi ajaran ekonomi Rasulullah yang lebih baik,” tutupnya.

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com