FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) BATU BARA HARUS RUKUN DAN DAMAI

METRORAKYAT.COM, BATUBARA – Sesama umat beragama harus dapat hidup rukun dan damai. Saling menghargai perbedaan dan menjunjung toleransi. Kalau kita rukun dan damai akan banyak ilmu yang kita dapat.

Hal itu disampaikan Asisten III Atarudin mewakili Plt Bupati Batu Bara, saat membuka Rapat Konsultasi Dewan Penasihat FKUB Kabupaten Batu Bara dengan pengurus Forum Kerukunan umat Beragama (FKUB), Pengurus Forum Kerukunan Guru Agama Lintas Agama (FK Gala), Pengurus Forum Kerukunan Pemuda Lintas Agama (FK Pala) Batu Bara, Kamis (1/11/18) kemarin di Aula Kantor Bupati Batu Bara.

Kegiatan mengusung tema “Dengan Kegiatan Rapat Konsultasi ini, Kita Ciptakan Sikap Saling Menghargai Perbedaan dan Menjunjung Toleransi’. Sebagai narasumber kegiatan, Kapolres Batu Bara diwakili Kabag Sumda Kompol MA Ritonga, Ketua MUI, Kajari Batu Bara Muliadi Sajaen SH dan Dandim Asahan diwakili Pabung Mayor Manurung.

Attarudin menjelaskan, pada 2018 Pemkab Batu Bara menerima 219 ASN. Seleksi kompetisi dasar akan dilaksanakan mulai 5 November 2018 seleksinya diadakan di SMKN Air Putih Batu Bara. Kepada peserta, Attarudin minta agar memanfaatkan waktu untuk belajar, belajar dan belajar.

“Jangan percaya kalau ada oknum mengaku bisa mengurus. Tidak ada suap, tak ada joki, karena semua peserta sebelum masuk keruangan menjalani pemeriksaan,”ujarnya memastikan. Sebelumnya, ketua panitia konsultasi HA Rahman yang juga Ketua FKUB, melaporkan terkait kegiatan tersebut serta mengajak semua peserta saling menghargai perbedaan dan menjunjung toleransi.

Kompol MA Ritonga mengajak semua pihak untuk menjaga situasi kondusif di Batu Bara dan jangan mau dibenturkan untuk kepentingan politik. Dikatakan, masyarakat jangan percaya terhadap berita hoax terkait aksi penculikan untuk diambil organ tubuhnya. Pimpinan Polri, telah membantah adanya berita penculikan untuk diambil organ tubuhnya dan itu berita hoax.

Kajari Batu Bara menyambut acara seperti ini dan mengajak masyarakat untuk taat hukum. Kalau ada masalah KDRT sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan dan bila tidak selesai maka lanjutkan secara hukum. Dikatakan, tren narkoba cukup meningkat di Batu Bara.

Kakan Kemenag Drs HA Sofyan mengapresiasi kegiatan dilakukan FKUB Batu Bara. “Harapan kita, Batu Bara dapat kondusif dan rukun hingga semua dapat dilaksanakan dengan baik dapat saling menghormati, menghargai dan melaksanakan sesuatu yang telah disepakati bersama,”ujarnya. (MR/PS)

Bagikan :