POLITIK

Drs.Daniel Pinem : Jangan Ada Lagi Anak Putus Sekolah Karena Tidak Ada Biaya

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs Daniel Pinem dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan mengatakan jangan ada lagi anak putus sekolah di Kota Medan karena tidak ada biaya (uang).

Sebab,  pemerintah telah mengganggarkan bantuan pendidikan, Tahun 2018 dianggarkan sebesar Rp.7,4 miliar untuk pengadaan perlengkapan sekolah siswa miskin di tingkat SD, SMP, dan SMA/K. Adapun bentuk bantuan yang diberikan adalah berupa seragam sekolah, sepatu sekolah, dan pada Tahun 2019 telah dianggarkan sebesar Rp.7,1 miliar lebih.

“Sehingga tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak menyekolahkan anak-anak kita hanya karena ketidakmampuan ekonomi,” ucap Drs.Daniel Pinem saat melaksanakan Sosialisasi ke VIII Perda Medan No.5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan yang dilaksanakan di Jalan Djamin Ginting, lingkungan 2, Kelurahan Lau Chi Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (13/4/19).

Untuk tingkat Perguruan Tinggi (PT), Daniel Pinem juga memberitahukan PDI Perjuangan melalui Anggota DPR-RI yakni Bapak Sofyan Tan ada juga memberi bantuan melalui pemerintah pusat bagi anak bangsa yang tidak masuk Perguruan Tinggi Negeri, namun tidak sanggup untuk masuk Perguruan Tinggi Swasta karena tidak ada biaya. ” Cukup membawa surat SKTM dari Lurah, Foto Kopi Kartu Keluarga, FC Izajah terakhir dan FC.Kartu Tanda Penduduk, bawa berkas ke PDI Center atau langsung serahkan kepada saya atau tim saya, kita akan bantu diusulkan masuk program Bidik Misi atau Beasiswa Kampus, tetapi kampus yang di inginkan harus telah ter-akreditasi B,” terang Daniel.

Lanjut anggota Legislatif dari dapil 5 ini, Tahun 2018, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan adalah sebesar Rp.2,409 triliun lebih, bila diperhitungkan 10 persen dari PAD tersebut, maka anggaran penanggulangan kemiskinan di Kota Medan tahun 2018 adalah sebesar Rp.240 miliar lebih. Kemudian pada Tahun 2019 PAD Kota Medan diperkirakan meningkat menjadi Rp.2,565 triliun lebih, sehingga pada tahun 2019 ini, alokasi anggaran untuk penanggulangan kemiskinan sebesar Rp.256 miliar lebih. Nilai ini disebar di masing-masing Dinas terkait sesuai dengan kebutuhannya.

” Program pemerintah Kota Medan dalam menanggulangi kemiskinan di fokuskan pada beberapa bidang yaitu, Bidang Kesehatan, Pendidikan, Perumahan, Sosial dan Bencana Alam. Untuk Bidang Kesehatan, membantu keluarga miskin Kota Medan dibidang kesehatan pemerintah Kota Medan membuat program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan fasilitas kelas III yang nilai tanggungan preminya sebesar Rp.25.000/bulan. Nilai tersebut dibayarkan oleh pemerintah Kota Medan kepada para provider (rumah sakit) yang ditunjuk dan di tetapkan BPJS Kota Medan yang mana anggarannya dialokasikan setiap tahun dalam APBD Kota Medan,” terang Daniel.

Sambung Daniel lagi, program PBI BPJS Kesehatan gratis tersebut merupakan usulan hak inisiatif dari seluruh anggota DPRD Kota Medan yang dibahas saat itu bersama-sama dengan pemerintah Kota Medan dan oleh DPRD Kota Medan yang membidangi badan anggaran mengusulkan untuk dimasukkan pada anggaran 2019. Sebab, dari hasil amatan dan laporan yang sampai ke DPRD Kota Medan ternyata masih banyak lagi warga kota Medan yang miskin dan belum mendapatkan bantuan pemerintah yakni kartu BPJS Kesehatan gratis.

” Bantuan PBI BPJS Kesehatan gratis yang alokasi dananya bersumber dari APBD Pemko Medan diperuntukkan bukan saja bagi warga Kota Medan yang miskin, namun juga yang dulunya mampu namun karena faktor tertentu mendapat masalah ekonomi, sehingga disaat dia sakit, tidak mampu lagi membayarkan BPJS mandiri, maka disitulah kartu PBI BPJS Kesehatan ini berlaku atau dipergunakan,” terangnya.

Kepada warga Kelurahan Lau Chi, Daniel Pinem memaparkan, tujuan dilaksanakannya sosialisasi Perda tentang penanggulangan kemiskinan tersebut adalah agar masyarakat mengetahui apa yang menjadi tanggungjawab pemerintah dalam memberikan jaminan perlindungan hak-hak dasar warga miskin secara bertahap agar dapat menjalin kehidupan lakukanyang bermartabat.

” Pada Bab III Pasal 6 ayat (i) dijelaskan pendataan, verifikasi dan atau validasi data warga miskin dilakukan berdasarkan kriteria yang mengacu pada hak-hak dasar warga miskin,” jelas anggota Komisi D DPRD Kota Medan itu. Dengan adanya Perda No 5 Tahun 2015, sambungnya, tentunya telah ada ketentuan baku tentang penentuan hal tersebut dan nanti petugas dari kelurahan atau kecamatan yang akan melakukannya.

Selain itu, perjuangan Daniel Pinem bersama anggota DPRD Kota Medan lainnya telah mengusulkan anggaran untuk program bedah rumah bagi warga miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Syarat pada bedah rumah ini adalah rumah harus milik sendiri dan ada surat-suratnya, fisik rumah harus benar-benar dengan kondisi tidak memadai dan menunjukkan surat miskin dan domisi dari Lurah setempat. 

” Untuk tahun 2018 di Kecamatan Medan Tuntungan, sebanyak 7 unit rumah sudah akan dilakukan bedah rumah dan tahun 2019 ada penambahan 2 unit lagi, sehingga Tahun ini akan ada 9 unit rumah warga yang siap di bangun oleh dinas Perkim Kota Medan. Untuk Agama Kristen, pemerintah Kota Medan telah membantu para pengurus gereja dan sintua mendapat bantuan honor dari pemerintah Kota sebanyak 1700 orang (tahun 2018) dan sebanyak 1070 orang untuk tahun 2019,” bilangnya lagi.

” Memang tugas pemerintah membantu masyarakat seperti yang tertera pada Undang-Undang dan Perda No.5 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kota Medan, namun ketika kita diam, ini kemungkinan tidak akan sampai pada kita. Untuk itu, masyarakat harus proaktif terhadap program-program pemerintah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya Kota Medan dan warga Kecamatan Medan Tuntungan,” pungkas Daniel Pinem.

Usai memaparkan Perda Tentang Penanggulangan Kemiskinan tersebut, Daniel juga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang hadir untuk bertanya dan wakil rakyat dari dapil 5 tersebut menjawab seluruh pertanyaan konstituennya dan berjanji akan terus berjuang untuk membawa aspirasi warga.

Hadir pada acara sosialisasi I tersebut Sekretaris Lurah Lau Chi, Sukirman, tokoh pemuda, tokoh agama, perwakilan dari Dinas Sosial Kota Medan, Deddy Pardede, serta dua ratusan tamu undangan. (MR/Red)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com