DAERAH

Dominggus Mandacan : KEK Sorong Sejalan Dengan Sasaran Perioritas Pembangunan di Provinsi Papua Barat

METRORAKYAT.COM, PAPUA BARAT – Salah satu pengembangan wilayah tahun 2015-2019 adalah berkembangnya pusat pusat ekonomi di masing masing pulau dengan memanfaatkan keunggulan yang ada di daerah, antara lain di bangunya 7 kawasan ekonomi khusus di Indonesia.

Kita patut mengucap syukur kepada tuhan, bahwa salah satu dari 7 kek di Indonesia yang di bangun, salah satunya di bangun di provinsi Papua barat yang berlokasi di kabupaten Sorong. kata Gubernur Provinsi Papua Barat “Drs Dominggus Mandacan, Jumat (11/10/2019)

Dalam sambutanya Gubernur menjelaskan, Kek sorong telah di tetapkan oleh peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 2016. Yang hari ini di penghujung tahun 2019 akan di resmikan oleh bapak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian “Darmin Nasution, atas nama Presiden Republik Indonesia.

Penetapan kek Sorong sejalan dengan sasaran perioritas tujuan pembangunan di provinsi Papua barat, yang telah tertuang dalam RPJMD tahun 2012 – 2016,  2017 – 2022, untuk meningkatkan perekonomian daerah yang di dukun oleh pemanfaatan sumber daya lokal lintas daerah.

Diharapkan dengan adanya kek ini mampu mempercepat pembangunan di provinsi Papua barat serta mengurangi kesenjangan antara wilayah, sebagaimana yang sudah di tetapkan dalam target nasional untuk peningkatan pertumbuhan daerah, rata rata menjadi 7 persen, sehingga menurunya angka presentase penduduk miskin di Papua barat menjadi 20,93% serta meningkatnya index pembangunan manusia IP 64,95%.

Luas wilayah kek Sorong 523, 7  hektar, dengan fokus kegiatan utama, yaitu pengolahan industri hasil tambang Nikel, industri kelapa sawit, industri hasil hutan serta pusat bisnis industri.

“Perkiraan sasaran investasi yang akan di hasilkan nanti saat beroperasinya kek Sorong sebesar Rp 32,5 trilyun dan akan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 15000  ribu 24 orang, diharapkan perkembangannya ke depan mampu menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja,”harapnya.

Lanjutnya, Saat ini ada 6 pelaku usaha yang sudah melakukan kegiatan industri di kek Sorong, yaitu PT.Mega Pura Prima Industri, PT. Hendrison Intim Persada, PT. Semen Bosowa, PT. Bumi Sarana Utama, PT . Semen Gresik serta PT.Inti Kebun Makmur.

“Dalam waktu dekat akan beroperasi dua pelaku usaha utama, salah satunya akan menjadi tempat utama PT. Utama Nikel,”ucap Gubernur

Lebih lanjutnya, Pembangunan kek Sorong sejak tahun 2016 menelan biaya sebesar RP 497 Milyar, dari perencanaan awal sebesar 2,3 Trilyun sumber pembiayaan dari APBN, APBD Provinsi Papua Barat, APBD Kabupaten Sorong.

Penyiapan birokrasi kek Sorong ini belum sepenuhnya terlaksana, belum sempurna, untuk 2 tahun ke depan di harapkan peran dari pemerintah dalam upaya menyiapkan infrastruktur bagi kek Sorong, terutama infrastruktur yang tidak dapat di tangani pengelola kek dan pelaku usaha yang sangat keterbatasan kewenangan.

Sekalipun di resmikan kek Sorong, tetap menjadi perhatian pemerintah pusat dalam proses penyempurnaan kawasan kek maupun mendorong masuk investasi yang maksimal.

Di akhir sambutannya, Gubernur Papua barat Drs Dominggus Mandacan, atas nama Masyarakat dan pemerintah provinsi Papua barat, mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Presiden Republik Indonesia, Ir.H.Joko Widodo, yang sudah mendukung Punuh pembangunan kawasan Ekonomi Khusus di kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. (mr/Jefri)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com