DAERAH POLITIK

Dialog Publik ‘Membedah Medan Rumah Kita’, Kritikan Pedas Buat Walikota Medan

METRORAKYAT.COM | MEDAN –  Acara Dialog Publik yang di gagas oleh Komunitas Indonesia Kompak (KIK), Anggota Komisi A DPRD Kota Medan, Drs.Herri Zulkarnaen Hutajulu, MSi, Gerakan Anti Narkoba (Granat) Kota Medan, yang dilaksanakan di Restoran Merica, Plaza Milenium, Jalan Kapten Muslim Medan berlangsung alot tanpa dihadiri satupun pejabat Pemko Medan. Jumat,(20/10/17).

Dialog Publik yang membahas tentang kondisi infrastruktur di Kota Medan termasuk sistem pelayanan Pemko Medan terhadap masyarakat Medan yang dinilai masih sangat kurang, menjadi pembicaraan hangat pada saat itu. Apalagi diketahui tidak satupun pejabat perwakilan dari Pemko Medan yang hadir pada saat itu. Sementara dari pihak TNI, mewakili Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI AD, Edy Ramayadi yang berhalangan hadir yakni, Letkol Chk.H.Sutarno dan mewakili Dandim 0201/BS yakni Kapten Yos Waruwu.

Pada kata sambutannya, Herri Zulkarnaen Hutajulu mengatakan, saat ini masyarakat Kota Medan sudah jenuh melihat kondisi Infrastruktur di Kota Medan saat ini, mulai dari jalan, drainase, kesembrautan lalu lintas, papan reklame, bangunan liar, listrik, dan pelayanan kesehatan yang masih jauh dari harapan.

“Kita sayangkan sekali atas kondisi Kota Medan saat ini. Kota Medan sudah menjadi olok-olokan oleh daerah lain di luar Sumatera Utara. Bahkan, sampai ada guyonan tentang kota Medan yang saat ini sudah di juluki Jalan sejuta lubang,” ujar Herri Zulkarnain.

Tambah Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan ini lagi, akibat kejenuhan yang telah dirasakan seluruh lapisan masyarakat Kota Medan atas kondisi infrastruktur di dalamnya, sehingga muncul ide dari Komunitas Indonesia Kompak (KIK) termasuk para pemerhati dan tokoh masyarakat dan tokoh Agama yang peduli kota Medan membuka diskusi publik bertema ‘MEMBEDAH MEDAN RUMAH KITA’.

“ Untuk itulah kita tadinya berharap pada acara ini, Walikota Medan dapat hadir untuk mendengarkan aspirasi kita semua dan paling tidak didapat alasan yang tepat atas permasalahan infrastruktur di Kota Medan. Karena tujuan Diskusi Publik yang kami laksanakan ini di harapkan akan dapat menjadi solusi bagi kita semua untuk bagaimana menjadikan Kota Medan ini menjadi lebih baik lagi kedepannya, karena permasalahan ini adalah juga tanggungjawab kita bersama,” sebutnya.

Sementara itu, Dr.Parameshwaram SE.,SH.,MH, menyebutkan, masyarakat Kota Medan saat ini sudah berkurang indek kebahagiaannya. Parameshwaram beralasan hal itu disebabkan setiap hari masyarakat Kota Medan termasuk dirinya, melakukan aktivitas namun harus melihat kesemberautan Kota Medan mulai dari kesembrautan lalulintas, baliho yang menghutan, galian drainase yang menimbulkan debu dan polusi serta kondisi jalan yang berlubang.

 “ Kondisi ini menyebabkan, masyarakat Kota Medan sudah jijik melihat Pilkada. Kenapa sewaktu calon Walikota, ke lobang semutpun datang, namun setelah terpilih menjadi Walikota Medan, di undang keruang ber AC saja tidak mau datang, seharusnya, diacara seperti ini Walikota Medan datang, untuk menjelaskan kepada masyarakat,” sebut lawyer itu.

Dr.Parameshwaram juga heran, sebab ada sebanyak 50 anggota DPRD Kota Medan, namun tidak ada yang vocal menyoroti kesemberautan Infrastruktur di Kota Medan. “ Kemana 50 orang wakil rakyat yang dipilih oleh masyarakat Kota Medan?, koq tidak ngomong tentang kondisi Medan ini. Saat penganggaran semua dewan serius, namum selanjutnya tidak terkontrol terkait pelaksanaan anggarannya, ” sebutnya.

Sementara perwakilan Dandim 0201 BS, Kapten Yos Waruwu menyebutkan, ada baiknya semua pihak mencari solusi bagi pembangunan kota Medan. “ Kami berharap Bapak Herri Zulkarnaen, dapat membawa hasil diskusi ini menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Medari, sehingga Kota Medan dapat lebih baik lagi,” ungakpnya.(MR10/red)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com