Ketua Kelompok MAFAL Harap Dukungan Pemerintah, DKP Simeulue Apresiasi Inisiatif Konservasi Penyu di Desa Along
METRORAKYAT.COM, SIMEULUE — Kelompok Masyarakat Peduli Konservasi (MAFAL) Desa Along, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menggelar aksi pelepasan ratusan tukik (anak penyu) ke laut lepas, aksi ini merupakan bagian dari upaya konservasi spesies penyu yang dilindungi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut,” Pada (18/03/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok Konservasi MAFAL, Alimin Jatar, dengan dukungan dari lembaga mitra seperti Yayasan Penyu Indonesia, Ecosystem Impact, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh. Sejumlah pelajar, pemuda, dan tokoh masyarakat juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
“Penyu adalah penjaga rantai makanan di laut. Kalau punah, akan berdampak luas pada ekosistem. Karena itu kami berinisiatif melakukan konservasi ini secara swadaya, meski dengan sarana seadanya,” ungkap Alimin kepada wartawan media ini di sala satu warung kopi desa Along.
Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini telah berjalan selama beberapa tahun terakhir secara mandiri oleh masyarakat desa. Namun demikian, Alimin berharap ada dukungan lebih nyata dari pemerintah daerah dan Provinsi agar kegiatan ini bisa berkelanjutan.
“Kami butuh dukungan, bukan hanya pujian. Dana operasional, pelatihan, hingga fasilitas pendukung sangat kami perlukan agar program ini bisa berkelanjutan dan berkembang ke arah wisata edukatif,” ujarnya.
Menanggapi harapan tersebut, wartawan media ini menghubungi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Simeulue, Carles, S. ST.PI., M.Si melalui pesan WhatsApp pribadi. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif masyarakat Desa Along dalam melakukan konservasi penyu.
“Kegiatan swadaya masyarakat dalam hal konservasi penyu di Desa Along dilakukan oleh masyarakat desa setempat. Sepengetahuan kami, pihak kelompok sering berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan DKP Simeulue,” ujar Carles.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Simeulue sangat mendukung kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan yang lahir dari inisiatif masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi niat baik masyarakat dalam upaya konservasi. Pemerintah akan terus mendukung terbentuknya kelembagaan dan program yang bertujuan melindungi sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan, termasuk menjadikan konservasi sebagai program unggulan daerah,” tegasnya.
DKP Simeulue juga berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam pelestarian penyu, dengan terus meningkatkan kesadaran, menjaga habitat, serta mencegah perburuan liar dan perdagangan telur penyu.
Kegiatan pelepasan tukik ini disambut antusias oleh warga dan kalangan sekolah yang hadir. Beberapa guru dan pelajar menyebut aksi ini sebagai langkah konkret dan edukatif, yang dinilai patut dijadikan percontohan untuk desa-desa lain di wilayah pesisir Simeulue.
Penulis : Muhadi
