Tranformasi Pendidikan dan Tantangan Krisis Pembelajaran

Tranformasi Pendidikan dan Tantangan Krisis Pembelajaran

METRORAKYAT.COM, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) atas kerja keras dan gotong royong dalam menghadirkan berbagai terobosan dalam beberapa tahun terakhir. Melalui transformasi teknologi yang dilakukan oleh Kemendikbudristek dalam waktu singkat, ternyata cukup banyak dampak riil yang bisa dirasakan secara langsung oleh para warga pendidikan.

Tranformasi Pendidikan

Saat ini lebih dari 1,6 juta guru telah menggunakan Platform Merdeka Mengajar yang membuka akses pada pengembangan diri secara lebih mandiri dan sesuai kondisi, hal ini memang dilakukan pada awalnya saat terjadi pandemic Covid-19 yang mau tidak mau harus menggunakan teknologi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Namun saat ini Platform Merdeka Mengajar sudah menjadi sebuah media yang dapat membantu dan menghubungkan guru di seluruh nusantara. Saat ini telah terhubung guru-guru dengan terbentuknya lebih dari 3.500 komunitas belajar para guru serta terkumpulnya lebih dari 55 ribu konten belajar mandiri.

Selain itu ada juga lebih dari 92 ribu konten pembelajaran yang telah diunggah oleh guru untuk menginspirasi sejawatnya. Sehingga para guru ini saat ini sudah bisa saling menginspirasi dan mengapresiasi. Berbicara mengenai laporan pendidikan siswa, saat ini juga sudah lebih dari 141 ribu sekolah telah terbantu dalam mengetahui kondisi literasi, numerasi, karakter siswa, serta kualitas pembelajarannya melalui Rapor Pendidikan. Para guru dan kepala sekolah jadi lebih memahami 280 indikator dari Asesmen Nasional dan membantu mereka untuk melakukan refleksi dan perbaikan dengan Rapor Pendidikan ini.

Jika kita pahami, transformasi pendidikan adalah perubahan-perubahan yang dilakukan dimana terjadi sebuah siklus dan proses yang terus berjalan serta memastikan bahwa perubahan yang dibuat relevan dan efektif dalam meningkatkan kualitas hasil capaian siswa. Melalui rilis siaran pers Kemendikbud Nomor: 615/sipers/A6/IX/2022, tranformasi teknologi telah membantu terfasilitasinya pengembangan diri lebih dari 724 ribu mahasiswa melalui program Kampus Merdeka, bergabungnya lebih dari 2.700 mitra industri ke dalam Kampus Merdeka, bergabungnya lebih dari 43 ribu praktisi ke dalam program Praktisi Mengajar, serta, lebih dari 51 triliun rupiah potensi anggaran fungsi pendidikan tahun anggaran 2022 dikelola secara lebih transparan dan akuntabel transparan dengan dukungan platform seperti ARKAS, SIPLah, dan TanyaBOS.

Krisis Pembelajaran dan Tantangan

Sejak pandemic Covid-19 terjadi tahun 2020 hingga kini, terjadi sebuah krisis pembelajaran yang begitu parah. Pemerintah melalui Kemendikbud berupaya mengatasi krisis pembelajaran ini dengan dukungan teknologi dalam sistem pendidikan itu sendiri. Saat ini memang teknologi pendidikan sudah dibuat oleh Kemendikbud bahkan sudah mendapatkan hasil positif dari segi pembelajaran hingga dari segi penghematan dan alokasi pendanaan yang lebih terstruktur dan transparan. Yang saat ini perlu dilakukan adalah bagaimana teknologi pendidikan ini mampu digunakan secara keseluruhan oleh guru dan siswa.

Program teknologi yang dirancang harus mengedepankan kebutuhan pengguna sehingga mudah digunakan. Saat ini setelah pandemic Covid-19 sudah mulai mereda maka teknologi pendidikan yang dibangun pemerintah harus berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran secara offline. Untuk itu sangat perlu sekali Kemendikbud mulai melakukan pendekatan yang berbasis pengguna untuk mengembangkan platform teknologi pendidikan yang ramah terhadap penggunanya khususnya siswa dan guru selain dari satuan pendidikan itu sendiri.

Transformasi teknologi pendidikan yang dibangun juga harus meningkatkan SDM pendidikan sehingga akan mampu mencapai tujuan dari pendidikan itu sendiri. Situasi kesenjangan digital yang masih terjadi begitu besar harus juga diperhatikan oleh Kemendikbud, khususnya di daerah 3T.(MR/red)

Ditulis oleh: Asry Almi Kaloko
Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.