oleh

OJK Bersama PEMDA Kembangkan Transformasi UMKM Berbasis Digital

SHARE
173 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Walau dimasa pandemi Covid-19, tentu tidak menyurutkan kelangsungan usaha UMKM di Sumatera Utara (Sumut). Namun tidak sedikit yang mrngalami dampak Covid-19 terhadap kelangsungan UMKM.

Sebagai solusi dan strategi untuk mendorong pemulihan UMKM yang menjadi motor penggerak perekonomian, yakni mendorong transformasi UMKM dengan berbasis konvensional menjadi digital baik dari aspek pemasaran maupun sistem transaksi pembayaran usaha.

Tentu dengan strategi ini akan di coba melakukan implementasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (KR5 Sumbagut) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemko) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Se-Sumut dengan pelaksanaan kegiatan Business Matching UMKM Sumut Go Digital. 

Kegiatan tersebut sebagai memfasilitasi pelatihan, pendampingan kepada UMKM binaan Pemkab untuk menjadi seller aktif di Marketplace serta penggunaan sistem pembayaran online QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Acara dilakukan secara virtual, bertahap dan berkelanjutan melibatkan partisipasi perwakilan UMKM dari binaan Pemkab/Pemko di 33 yang ada Sumut.

Kegiatan ini telah diselenggarakan kali ketiga di tahun 2021 yakni tanggal 15 April, 27 April, dan 6 Mei 2021 yang diikuti sekitar 300 pelaku UMKM dari 21 Kabupaten/Kota.

Adapun materi yang disampaikan yakni Pemasaran Digital Melalui Jejaring Marketplace oleh PT Shopee Indonesia, dan Digitalisasi Transaksi Pembayaran Melalui Pemanfaatan QRIS oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara (Provsu).

Dalam sambutan Yusup Ansori, Kepala OJK KR5 Sumbagut mengatakan kegiatan Business Matching UMKM Sumut Go Digital tahap ke-3 adalah sebagai bentuk upaya kolaboratif TPAKD se-Sumut sebagai penguatan UMKM terutama di masa pandemi.

Penguatan akses pemasaran dan sistem pembayaran UMKM berbasis digital dalam upaya untuk percepatan akses keuangan atau kredit/pembiayaan UMKM. 

“Berdasarkan data OJK triwulan 1 2021, program akses keuangan terutama kredit/pembiayaan pada sektor UMKM terus dioptimalkan,” ucapnya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah terealisasi Rp2,74 Triliun kepada 68.598 debitur, disertai penguatan akses pada pelaku usaha pertanian melalui program KUR Klaster yang melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem baik pada aspek pembiayaan, asuransi, offtaker, dan pendampingan yaitu Bank Pelaksana KUR, Asuransi Pertanian, Pemda, Perusda, termasuk Bumdes. 

Program KUR Klaster telah terealisasi di Kabupaten Dairi sebesar Rp10,6 Miliar kepada 627 petani komoditas kopi, yang telah direplikasi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dengan piloting saat ini sebanyak 40 petani Jagung.

Fasilitasi pemasaran dan sistem pembayaran digital ini juga merupakan wujud kontribusi nyata TPAKD Sumut untuk mensukseskan program nasional pemerintah yang menargetkan penambahan 6 juta UMKM Go Digital pada tahun 2021, mengingat dari 65 juta UMKM di Indonesia, baru 13 persen atau 8 juta UMKM yang telah masuk ranah digital sesuai data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2020. 

Dengan mendorong UMKM bertransformasi digital, maka akan membantu UMKM dapat kembali berjualan secara offline dan online dengan pasar yang lebih luas, dengan mekanisme yang lebih efisien, praktis, higienis, terhindar dari uang palsu, dan ikut mencegah penyebaran virus Covid-19, serta dapat membentuk Credit Profile bagi UMKM untuk akses kredit/pembiayaan. 

“Dengan harapan, partisipasi aktif dari Pemprovsu serta seluruh 33 Pemkab/Pemko bersama stakeholder guna mengimplementasikan kegiatan ini di masa mendatang, maupun dalam penyelenggaraan kegiatan serupa yang diinisiasi oleh masing-masing pihak”, tutup Yusup. (MR/156).

Breaking News