oleh

Proyek Aspal Baru Selesai Dikerjakan Sudah Rusak, Warga Minta Pemkab Aceh Timur Tindak Tegas Rekanan Nakal

SHARE
288 views

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur diminta agar berikan teguran keras kepada rekanan yang kerjanya asal jadi. Karena hal itu akan berdampak pada rendahnya mutu setiap paket pekerjaan proyek. Seperti halnya proyek pengaspalan jalan Keude Birem Gampong Alue Teh, yang baru saja selesai di kerjakan.

Dimana kuat dugaan pekerjaan dengan kualitas sangat buruk pada proyek negera itu akibat lemahnya pengawasan terhadap CV. Dwi Karya Tabina selaku kontraktor oleh pihak terkait.

Melihat kualitas pekerjaan yang buruk tersebut, pemerintah Aceh Timur diminta harus berikan teguran keras kepada rekanan yang bekerja asal jadi. Karena terindikasi pekerjaan tersebut tidak bermutu pekerjaan sesuai perencanaan dan petunjuk teknis yang dibuat oleh pemerintah, sebut Siar warga Gampong setempat. Rabu (20/01/2021).

Pekerjaan yang memakan uang negara sebesar Rp. 1.764.000.000, dana Otsus tahun 2020 itu sudah mulai hancur sedikit demi sedikit. Hal tersebut diduga karena lemahnya pengawasan dari konsultan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Aceh Timur.

“Sehingga pada saat ini pekerjaan sudah menjadi sorotan warga sekitar. Karena, dalam perjalanannya proyek pengaspalan jalan tersebut baru beberapa bulan selesai di kerjakan sudah rusak,” ucapnya.

Pekerjaan yang dari awal di duga sudah nyeleneh tersebut disinyalir juga tidak sesuai spesifikasi baik material dan teknis nya. Terbukti saat ini, baru saja di kerjakan, infrastruktur sudah rusak.

“Namun, jawaban yang akan di berikan oleh penanggung jawab pekerjaan atau Dinas PUPR Aceh Timur , akan segera diperbaiki, karena masih masa pemeliharaan, jawaban yang sudah biasa ditelinga kita,” cecar Siar lagi.

Cecar selaku warga sekitar berharap agar pemerintah benar -benar serius untuk ambil tidakan keras terhadap rekanan nakal itu.

Sementara itu, Kabid Bina Marga PUPR Aceh Timur Jaliansyah, saat di hubungi untuk di lakukan konfirmasi melalui seluler WhatsApp yang bersangkutan tidak mengangkat, walaupun sudah di lakukan berulang kali.

Hal yang sama juga juga terjadi terhadap pihak rekanan CV. Dwi Karya Tabina bernama Saddam.

Sampai berita ini di terbitkan Wartawan MetroRakyat. Com masih berharap ada konfirmasi dari pihak Dinas PUPR Aceh Timur maupun pihak pelaksana CV. Dwi Karya Tabina bernama Saddam, agar jangan menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat. ( MR/DANTON )

Breaking News