Polres Samosir Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Rianto Simbolon

SHARE
1.433 views

METRORAKYAT.COM, PANGURURAN – Sat Reskrim Polres Samosir menggelar rekonstruksi kasus tindak pidana pembunuhan Rianto Simbolon yang terjadi beberapa bulan lalu di Jalan Ronggur Nihuta.

Pembunuhan berencana dilakukan di depan Gereja Adven beberapa bulan lalu, Kamis (26/11/2020) di Halaman Mapolres.
Rekonstruksi dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Suhartono didampingi Kabag Ops Kompol M. Sitanggang, Kanit Pidum Ipda Evan Caesar Ibrahim dan Kanit Tipidter Ipda Giri J.

Turut hadir Kajari Samosir diwakili Kasi Intel, Aben Situmorang beserta tim, pengacara korban Dwi Ngai Sinaga, Benri Pakpahan serta anak-anak korban yang masih kecil dan keluarga.

“Demi keamanan juga kelancaran proses rekonstruksi, seluruh yang hadir tetap mematuhi protokoler kesehatan,” sebut petugas kepolisian sebelum melaksanakan gelar rekonstruksi.

Rekontruksi kasus pembunuhan dengan menghadirkan 5 tersangka, yakni Justinus Simbolon, Marlundu Simbolon, Bilhot Simbolon, Pahala Simbolon, Parlin Sinurat dan satu orang tersangka nama Erikson Simbolon masih dalam pengejaran (DPO).

Rekontruksi pembunuhan sebanyak 33 adegan diperagakan para pelaku dan saksi mulai dari perencanaan pembunuhan, eksekusi pembunuhan korban serta adegan sesudah korban dibunuh.

Terungkap para pelaku telah merencanakan persiapan secara matang dengan mengintai untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.
Sebelum korban dibunuh para pelaku sudah mempersiapkan perencanaan dengan pisau lalu korban diintai terlebih dahulu, karena korban lagi minum tuak, setelah keluar dari warung tempat korban minum langsung menabrak sepeda motor korban dengan sepeda motor pelaku.

Ketika rekontruksi berjalan anak sulung korban, Menanti Simbolon menjerit berteriak bersama kakanya melihat para tersangka melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya.

Pengacara Dwi Ngai Sinaga bersama anak-anak korban Rianto Simbolon mengikuti rekonstruksi.

“Kenapa kalian bunuh ayahku? kembalikan ayahku!,” teriaknya sambil menangis.
Ketika anak korban histeris, pihak kepolisian dan keluarga korban sempat kewalahan dan langsung berusaha menenangkan anak korban, namun anak korban terus berteriak, ‘Kembalikan bapakku’. Dengan guyuran hujan lebat lokasi sebelumnya dihalaman Polres rekontruksi, akan tetapi dipindahkan ke lapangan parkir Polres tersebut. Sehingga melanjutkan proses rekontruksi melewatkan adegan demi adegan yang melibatkan anak korban.

Setelah korban terjatuh, pelaku menghampiri korban yang tergeletak dan langsung menusuk korban di bagian rusuk sebanyak 5 kali, dengan memastikan korban sudah meninggal.

Sementara Kasat Reskrim Polres, AKP Suhartono seusai kegiatan rekonstruksi kepada wartawan mengatakan bahwa otak pelaku adalah tersangka JS.

“Rekontruksi ada 33 adegan dan para tersangka diancam dengan Pasal 340 KUHP dengan hukuman 15 Tahun penjara,” ungkapnya.

Untuk pelaku yang DPO, Suhartono mengatakan masih dilakukan pengejaran terhadap pelaku.
Ketika wartawan menanyakan adegan penusukan tersebut, kenapa 5 kali pada hal kemarin 11 kali dan ada batu. Jawab Kasat Reskrim, nanti pihak kejaksaan menjawabnya diwaktu persidangan dan sudah diserahkan ke Kajari Samosir. Soal batu juga akan kita lihat di persidangan bersama pengacara korban, jawabnya.

Sementara itu, pengacara korban Dwi Ngai Sinaga didampingi Benri Pakpahan dari LBH IPK Medan dan TIM LBH PPTSB se-Dunia sangat kecewa dan tidak sesuai dari BAP dengan rekontruksi sebut Dwi Ngai Sinaga. Karena penusukan bukan 5 kali tetapi 11 kali dan ada pakai batu.

Lanjut Dwi Ngai Sinaga, akan tetap mengawal perkara ini sampai tuntas.

“Sesuai hasil rekonstruksi digelar para tersangka sudah tepat dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman penjara 15 tahun,” ungkap Dwi Ngai.(mr/JB-Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif