oleh

Pertumbuhan Ekonomi Sumut di Triwulan III-2020, Alami Kontraksi

SHARE
113 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Perkembangan perekonomian Sumatera Utara (Sumut) sesuai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan harga berlaku di triwulan III-2020 sebesar Rp 204,60 triliun dan atas konstan 2010 mencapai Rp 133,90 triliun.

Bahwa ekonomi Sumut di triwulan III-2020 terhadap triwulan 2019 mengalami kontraksi sebesar 2,60 persen (Y-on-Y).

Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Neraca Wilayah dan Analis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Taulina Anggarani link live streaming, Jumat (13/11/2020).

Dimana kontraksi pertumbuhan ekonomi ada terjadi di lapangan usaha dan yang mengalami kontraksi pertumbuhan signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 17,87 persen, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 14,54 persen. Kemudian Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan juga mengalami kontraksi pertumbuhan 1,47 persen.

Namun di lapangan usaha juga mengalami pertumbuhan positif, diantaranya Informasi dan Komunikasi 4,90 persen, Pengadaan Listrik dan Gas 4,40 persen, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 1,12 persen.

“Untuk kondisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi 17,87 persen, Pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa sebagai komponen kontraksi pertumbuhan tertinggi 14,36 persen,” ucapnya.

Selanjutnya pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan III-2020 terhadap triwulan II-2020 meningkat 3,13 persen (q-to-q). Di sisi lain produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan senilai 5,62 persen.

“Kemudian sisi pengeluaran, peningkatan disebabkan oleh pertumbuhan komponen, pertumbuhan tertinggi pada komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 10,16 persen,” paparnya.

Sebagai struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial triwulan III-2020 didominasi oleh beberapa provinsi diantaranya Provinsi Sumut memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB di Pulau Sumatera 23,82 persen, Provinsi Riau 21,82 persen, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 13,77 persen; dan Provinsi Lampung 10,95 persen. Sementara kontribusi terendah adalah Provinsi Bengkulu sebesar 2,17 persen, katanya menutup. (MR/JB Rumapea).

Breaking News