Oknum Ketua Ormas Di Pekanbaru Resmi Menjadi Tersangka

SHARE
220 views

METRORAKYAT.COM, PEKANBARU – Oknum salah satu ketua ormas di kota Pekanbaru berinisial HT dan anggotanya MNF resmi menyandang status tersangka dan telah dilakukan penahanan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan status tersangka dan melakukan penahanan pelaku TP yang mengancam kebebasan berpendapat dimuka umum,” kata Kapolresta Pekanbaru KBP Nandang Mu’min Wijaya SIK MH melalui siaran persnya kepada wartawan, Rabu (25/11/2020) pagi.

Tersangka kata Kapolresta Pekanbaru terancam dihukum penjara satu tahun.

“Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang – halangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat dimuka umum yang telah memenuhi ketentuan undang –undang ini dan / atau Barang siapa dengan melawan hak memaksa orang lain untuk melakukan, tidak melakukan atau membiarkan barang sesuatu apa dengan kekerasan “, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 Undang – undang RI Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum dan / atau Pasal 335 ayat (1) KUHPidana”, Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,” jelas Nandang.

Oknum HT diamankan petugas pada Selasa subuh, pukul 04.00 WIB dan langsung dibawa ke Mapolresta Pekanbaru. Ia diperiksa akibat membubarkan secara paksa Deklarasi 45 Elemen Organisasi Kemasyarakatan yang menolak kedatangan Rizieq Shihab ke Pekanbaru, pada Senin (23/11/2020)

Sebagaimana diketahui, pada Senin sebelumnya (23/11), sebanyak 45 Organisasi kemasyarakatan (Ormas), Organisasi kepemudaan (OKP), Organisasi keagamaan seperti MUI Kota Pekanbaru, PWNU, Pemuda Pancasila, beberapa organigasi lintas agama dari Kristen, Katolik, Kong Hu Cu serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau melakukan aksi demonstrasi di gerbang kantor Gubernur Riau.

Mereka menyatakan menolak kehadiran Rizieq Shihab datang di Bumi Lancang Kuning dan menyatakan dukungan terhadap tindakan tegas prajurit TNI-Polri terhadap orang atau kelompok radikal yang akan memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa.

Secara tegas menolak rencana kedatangan Rizieq Shihab dan kawan kawan karena yang bersangkutan akan membawa paham radikalisme.

Diujung aksi tersebut nyaris terjadi kericuhan saat beberapa orang dari ormas Kota Pekanbaru membuat gaduh dengan merebut pengeras suara dan berusaha mengambilalih panggung. (RED/MR)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif