BI: Akibat Pandemi Covid-19, Inflasi Sumut Lebih Rendah dari 2019

SHARE
92 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Bank Indonesia (BI) telah memperhitung inflasi di Sumatera Utara (Sumut) tahun 2020 lebih rendah jika dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI (KPw BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menyampaikan prediksi terhadap inflasi rendah tahun 2020 yang mengacu pada besaran inflasi dengan capaian 0,87 persen.

“Melihat pencapaian tersebut jauh lebih rendah dari inflasi kumulatif periode sama tahun 2019 maupun historis rata–rata tiga tahun terakhir,” tegasnya.

Menurut perkiraan Wiwiek, Inflasi di Sumut 2020 sebesar 1,9 – 2,3 persen, sementara 2019 mencapai 2,33 persen.

Dipaparkannya, penekanan Inflasi akibat menurun/terbatasnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

”Rendahnya inflasi kumulatif dipengaruhi adanya kelompok administered prices terutama angkutan udara karena keterbatasan mobilitas saat masa pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Dia kuinya, deflasi masih tertahan akibat kenaikan harga perhiasan emas seiring dengan naiknya harga emas global.

Ekspektasi inflasi lebih rendah antara lain karena didorong cuaca dan iklim yang lebih kondusif dari tahun 2019.

Meski diprediksi lebih rendah, namun ada beberapa risiko yang dapat menimbulkan shock temporer pada inflasi Sumut.

“Beberapa risiko tentu bisa menaikkan inflasi antara lain akibat keterlambatan impor luar negeri, kenaikan harga emas, hambatan distribusi domestik, dan penimbunan/belanja berlebihan oleh konsumen menjelang Natal dan tahun baru,” cetusnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif