Tiga Tersangka Disdik Tebing Tinggi Tidak Ditahan

SHARE
265 views

METRORAKYAT.COM, TEBING TINGGI – Tim Penyidik Pidsus Kejari Tebing Tinggi kembali memanggil tiga tersangka perkara kasus dugaan korupsi  pengadaan buku panduan pendidik SD dan SMP pada  Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp2.4 miliar.

“Benar pihak penyidik kembali memanggil tiga tersangka, yakni Kadisdik Tebing Tinggi PS, Kasi Kurikulum selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), MP dan Kabid Disdak selaku Manager Dana BOS EE, setelah ketiganya ditetapkan menjadi tersangka pada Selasa (15/09/20) kemarin,” Hal ini dikatakan Kasi Intel Kejari Tebing Tinggi Ranu Wijaya kepada wartawan melalui via whatsapp telephon selulernya Kamis (17/09/20).

Dikatakannya ketiga tersangka kooperatif saat dipanggil untuk permintaan keterangan yang berlangsung selama enam jam dari pukul 10.00 Wib Hingga Pukul 16.00 Wib. Sedangkan pemeriksaan dipimpin langsung Kasi Pidsus Kejari Tebing Tinggi, Candra Syahputra.

Namun dikatakannya bahwa ketiga tersangka tidak dilakukan penahanan selain kooperatif juga adanya jaminan dari Sekda Pemkot Tebing Tinggi bahwa ketiga tidak melarikan diri karena masih berstatus ASN.

Selain itu ketiga tersangka juga berjanji mengembalikan kerugian negara pada Senin (21/09/20), dimana dari hasil penyidikan kerugian Rp2,4 Milyar.

Diutarakan Ranu Wijaya bahwa ada indikasi kerugian negara sebab anggaran pengadaan buku panduan pendidik SD dan SMP pada  Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp2.4 miliar sudah dicairkan pada April 2020 lalu.

Namun nyatanya saat dilakukan proses penyelidikan ternyata pengadaan buku untuk SD dan SMP, pada Juni 2020 lalu ada keganjilan dari enam aitem hanya dua aitem yang resmi dari kantor percetakan sedangkan empat aitem lainnya dilakukan pengandaan.

Dari hasil penelusuran ada dua aitem ketika dikonfirmasikan kepada dua perusahaan percetakan yakni PT TS dan PT A ternyata juga tidak menerima pembayaran, dimana pihak Dinas Pendidikan Tebing berjanji akan membayar memakai dana bos pada Oktober 2020. Padahal uang telah dicairkan dari Rp2,4 Milyar yang berasal Dana Alokasi Umum.

Sehingga penyidik berpendapat kerugian negara senilai uang yang telah dicairkan pada April 2020 lalu sembari menunggu hasil audit BPKP. Dimana dalam kasus ini penyidik telah melakukan pemeriksaan 76 Kepala Sekolah Dasar dan 10 Kepala SMP di Tebing Tinggi.

“Meski nantinya telah mengembalikan keuangan negara proses hukum tetap berjalan. Dan untuk kasus ini tidak tertutup ada tersangka lainnya,”tutupnya.(mr/rl)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif