Ratusan Karyawan PT.Unibis Kembali Datangi Kantor DPRD Medan Pertanyakan Tindak Lanjut Pertemuan Dengan Komisi 2 DPRD Medan

SHARE
118 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Tidak sabar menunggu kabar dari anggota DPRD Kota Medan untuk menjadwalkan pertemuan antara para karyawan PT.Unibis yang tergabung dengan DPC PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia) Kota Medan, komisi II DPRD Medan, Disnaker Medan dan pemilik perusahaan PT.Unibis, kembali, ratusan karyawan pabrik roti PT.Unibis kembali mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis-Medan untuk mengingatkan anggota komisi II DPRD Medan agar tidak lupa melakukan jadwal rapat dengar pendapat (RDP) yang pernah dijanjikan saat menerima perwakilan buruh PT.Unibis beberapa minggu lalu.

” Kedatangan kami di gedung rakyat ini, ingin mengingatkan kembali kepada Bapak anggota Dewan yang terhormat khususnya Komisi II, yang pada pertemuan beberapa minggu lalu pernah mengatakan akan segera membawa aspirasi kami ini melalui RDP. Saat itu salah satu anggota DPRD Medan bernama Sudari yang menerima kami, mengatakan akan menyisipkan laporan pengaduan kami untuk segera dibahas di RDP dengan memanggil pihak-pihak terkait termasuk pemilik perusahaan,”terang Ketua Umum PPMI, Awaluddin Pane, didepan gedung DPRD Medan, Senin (21/9).

Masih menurut Awaluddin Pane, pemerintah Kota Medan janganlah sudah disurati menanggapinya antara mau dan tidak mau.

” kasus ini sudah tahun 2018. Sudah kita surati, karena kita anggap tidak ada respon makanya kita turun. Apakah memang harus begitukah harus dilakukan masyarakat / buruh yaitu turun kejalan untuk menuntut hak-haknya,”terangnya.

Tambah Awal lagi, pihaknya sempat merasa kecewa ketika hendak menanyakan tindaklanjut RDP yang pernah dijanjikan Anggota DPRD Medan Sudari dari Fraksi PAN kepada buruh PT.Unibis bulan September ini.

” Kami masih menunggu kabar dari Bapak Anggota Dewan yang kemarin menerima kehadiran kami, namun sangat kami sayangkan, ketika kami telpon maupun kami WA, tidak ada balasan maupun jawaban, inilah yang membuat kami juga turun kembali ke sini untuk sekedar mengingatkan kembali,”ujarnya.

Senada dengan Awaluddin Pane, Sekretaris PPMI, Rinaldi, S.Ag menambahkan, selama ini sangat menghormati anggota DPRD Medan yang terus bekerja dengan melakukan rapat-rapat dan menyambut positip beberapa rapat-rapat dapat dipercepat.

“Dan mereka tadi berjanji RDP akan digelar di bulan Oktober. Kami berharap yang datang nantinya adalah pemilik perusahaan. Kami tunggu saja,” ujar Rinaldi.

Ditambahkan dia lagi, PPMI bersama buruh PT.Unibis terus akan melakukan presure atau tekanan kepada pemerintah agar aspirasi mereka dapat didengarkan.

” Seperti telah melakukan demo di kantor Gubsu, nantinya jika aspirasi kami ini tidak juga didengar, maka kami akan demo di rumah dinas Gubernur, supaya Bapak Edy Rahmayadi bisa langsung mendengar aspirasi kami ini,” sebutnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan Sudari,ST dari fraksi PAN mengatakan dia memang ada mengatakan kepada perwakilan dari buruh PT.Unibis dan PPMI akan memproses aspirasi dari para buruh tersebut, namun karena jadwal kegiatan di DPRD Medan yang padat sehingga tidak memungkinkan jika bulan September RDP untuk buruh PT.Unibis dijadwalkan.

” Saya sudah katakan, RDP akan dijadwalkan, mudah-mudahan pada bulan Oktober 2020. Memang saya sudah berusaha agar RDP bisa dilaksanakan pada bulan September, tapi karena padatnya jadwal dan Sabtu hingga Minggu kami juga ada rapat PAPBD 2020, sehingga yang mungkin akan dilaksanakan RDP adalah pada bulan Oktober ini,” terang Sudari.

Diakui Sudari lagi, kemungkinan para buruh PT.Unibis menganggap secepat yang mereka pikirkan proses pengaduan di DPRD Kota Medan dilakukan, sementara masih ada proses-proses yang harus diikuti termasuk mencocok kan jadwal RDP dengan teman-teman di Komisi II DPRD Medan.

” Tadipun pagi, saya ada pertemuan kepada masyarakat di Labuhan, sehingga tidak bisa hadir di DPRD Medan disaat kehadiran adik-adik buruh dari PT.Unibis dan PPMI Medan. Saya katakan, saya sudah berupaya agar RDP dijadwalkan pada bulan Oktober 2020 depan. Untuk siapa yang akan hadir dari PT Unibis, kita juga tidak bisa pastikan apakah pemilik langsung atau perwakilan perusahaan,” ujarnya.

Sudari juga menyangkal bahwa dirinya tidak mengangkat telepon maupun WhatsAps(WA) para buruh ketika menelepon dirinya. ” Kalau dibilang tidak ada mengangkat telepon atau membalas WA, coba berikan sama saya mana nomor yang menghubungi saya atau, screenshoot kan WA yang ada ditujukan kepada saya, agar saya tahu,”pungkasnya.Kembali Ratusan Karyawan PT.Unibis Datangi Kantor DPRD Medan Pertanyakan Tindak Lanjut Pertemuan Dengan Komisi 2 DPRD Medan.

Tidak sabar menunggu kabar dari anggota DPRD Kota Medan untuk menjadwalkan pertemuan antara para karyawan PT.Unibis yang tergabung dengan DPC PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia) Kota Medan, komisi II DPRD Medan, Disnaker Medan dan pemilik perusahaan PT.Unibis, kembali, ratusan karyawan pabrik roti PT.Unibis kembali mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis-Medan untuk mengingatkan anggota komisi II DPRD Medan agar tidak lupa melakukan jadwal rapat dengar pendapat (RDP) yang pernah dijanjikan saat menerima perwakilan buruh PT.Unibis beberapa minggu lalu.

” Kedatangan kami di gedung rakyat ini, ingin mengingatkan kembali kepada Bapak anggota Dewan yang terhormat khususnya Komisi II, yang pada pertemuan beberapa minggu lalu pernah mengatakan akan segera membawa aspirasi kami ini melalui RDP. Saat itu salah satu anggota DPRD Medan bernama Sudari yang menerima kami, mengatakan akan menyisipkan laporan pengaduan kami untuk segera dibahas di RDP dengan memanggil pihak-pihak terkait termasuk pemilik perusahaan,”terang Ketua Umum PPMI, Awaluddin Pane, didepan gedung DPRD Medan, Senin (21/9).

Masih menurut Awaluddin Pane, pemerintah Kota Medan janganlah sudah disurati menanggapinya antara mau dan tidak mau.

” kasus ini sudah tahun 2018. Sudah kita surati, karena kita anggap tidak ada respon makanya kita turun. Apakah memang harus begitukah harus dilakukan masyarakat / buruh yaitu turun kejalan untuk menuntut hak-haknya,”terangnya.

Tambah Awal lagi, pihaknya sempat merasa kecewa ketika hendak menanyakan tindaklanjut RDP yang pernah dijanjikan Anggota DPRD Medan Sudari dari Fraksi PAN kepada buruh PT.Unibis bulan September ini.

” Kami masih menunggu kabar dari Bapak Anggota Dewan yang kemarin menerima kehadiran kami, namun sangat kami sayangkan, ketika kami telpon maupun kami WA, tidak ada balasan maupun jawaban, inilah yang membuat kami juga turun kembali ke sini untuk sekedar mengingatkan kembali,”ujarnya.

Senada dengan Awaluddin Pane, Sekretaris PPMI, Rinaldi, S.Ag menambahkan, selama ini sangat menghormati anggota DPRD Medan yang terus bekerja dengan melakukan rapat-rapat dan menyambut positip beberapa rapat-rapat dapat dipercepat.

“Dan mereka tadi berjanji RDP akan digelar di bulan Oktober. Kami berharap yang datang nantinya adalah pemilik perusahaan. Kami tunggu saja,” ujar Rinaldi.

Ditambahkan dia lagi, PPMI bersama buruh PT.Unibis terus akan melakukan presure atau tekanan kepada pemerintah agar aspirasi mereka dapat didengarkan.

” Seperti telah melakukan demo di kantor Gubsu, nantinya jika aspirasi kami ini tidak juga didengar, maka kami akan demo di rumah dinas Gubernur, supaya Bapak Edy Rahmayadi bisa langsung mendengar aspirasi kami ini,” sebutnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan Sudari,ST dari fraksi PAN mengatakan dia memang ada mengatakan kepada perwakilan dari buruh PT.Unibis dan PPMI akan memproses aspirasi dari para buruh tersebut, namun karena jadwal kegiatan di DPRD Medan yang padat sehingga tidak memungkinkan jika bulan September RDP untuk buruh PT.Unibis dijadwalkan.

” Saya sudah katakan, RDP akan dijadwalkan, mudah-mudahan pada bulan Oktober 2020. Memang saya sudah berusaha agar RDP bisa dilaksanakan pada bulan September, tapi karena padatnya jadwal dan Sabtu hingga Minggu kami juga ada rapat PAPBD 2020, sehingga yang mungkin akan dilaksanakan RDP adalah pada bulan Oktober ini,” terang Sudari.

Diakui Sudari lagi, kemungkinan para buruh PT.Unibis menganggap secepat yang mereka pikirkan proses pengaduan di DPRD Kota Medan dilakukan, sementara masih ada proses-proses yang harus diikuti termasuk mencocok kan jadwal RDP dengan teman-teman di Komisi II DPRD Medan.

” Tadipun pagi, saya ada pertemuan kepada masyarakat di Labuhan, sehingga tidak bisa hadir di DPRD Medan disaat kehadiran adik-adik buruh dari PT.Unibis dan PPMI Medan. Saya katakan, saya sudah berupaya agar RDP dijadwalkan pada bulan Oktober 2020 depan. Untuk siapa yang akan hadir dari PT Unibis, kita juga tidak bisa pastikan apakah pemilik langsung atau perwakilan perusahaan,” ujarnya.

Sudari juga menyangkal bahwa dirinya tidak mengangkat telepon maupun WhatsAps(WA) para buruh ketika menelepon dirinya. ” Kalau dibilang tidak ada mengangkat telepon atau membalas WA, coba berikan sama saya mana nomor yang menghubungi saya atau, screenshoot kan WA yang ada ditujukan kepada saya, agar saya tahu,”pungkasnya.

Seperti diketahui ratusan buruh PT.Unibis menuntut pengembalian gaji yang telah dipotong, uang pesangon bagi pekerja yang di PHK sepihak oleh PT.Unibis sesuai dengan anjuran dan putusan Mahkamah Agung dan lainnya sesuai UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.(mr/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif