Proyek Otsus Di Kota Langsa Diduga Luput Dari Pengawasan PPTK Provinsi Aceh

Proyek Otsus Di Kota Langsa Diduga  Luput Dari Pengawasan PPTK Provinsi Aceh
SHARE

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Sejumlah Proyek Otsus yang berada di Kota Langsa luput dari pengawasan PPTK Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Aceh.
tidak berada di tempat ( Alpa ).

Salah satu proyek Otsus Provinsi Aceh Pantuan MetroRakyat. Com, Selasa ( 30/6/20 ) di lokasi paket Proyek Pembangunan Saluran Beton Gampong Suka Rakyat Pondok Keumuning, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.
Nomor Kontrak : 620.5/10/11.74/PLP/PERKIM/2020.
Nilai Kontrak : 407.734.004,05
Pelaksana : CV. KANA FATHUR PRATAMA
Sumber Dana: OTSUS ACEH.

Di lokasi Proyek tersebut di laksanakan tanpa adanya pengawasan dari Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Aceh yang beralamat di Jalan Pemancar No. 5 Sp.Tiga Kota Madya Banda Aceh.

Benar proyek sedang di kerjakan oleh beberapa orang pekerja, sangat tampak jelas terlihat bahwa pekerjaan proyek tersebut tanpa adanya pengawasan sama sekali.

Ketika disoalkan mengenai Pengawasan dari dinas terkait seorang pekerja mengatakan,”Ini Paket Proyek Kepunyaan Pak Surya, beliau juga tinggal di Langsa dan terkait Orang Dinas yakni PPTK maupun pengawas memang tidak ada.

“Datang ke lokasi selama kami bekerja hingga saat ini, akan tetapi di waktu penunjukkan lokasi memang ada orang dinas Provinsi datang kemari,” jelasnya.

Untuk mendapatkan penjelasan terkait mengapa pengawasan kurang maksimal, awak media mencoba mencari tahu kendala apa yang terjadi sehingga pengawasan terhadap proyek tersebut terindikasi seperti asal jadi. Dengan tidak mengedepankan hasil kerja sesuai progres yang ada, Perwakilan rekanan tampak menutup-nutupi siapa pejabat dari dinas yang di tunjuk berdasarkan surat keputusan pengawasan untuk proyek tersebut.

Hal ini yang menjadi kendala bagi awak media, dengan tidak koperatifnya pihak rekanan, mengingat lokasi kantor yang bersangkutan sangat jauh untuk dapat di jangkau lantaran harus menempuh kurang lebih 12 jam perjalanan darat menuju ke dinas PUPR Provinsi Aceh tersebut.

Dalam hal ini Lembaga Tinggi Komando pengendali Ketahanan Strategi Nasional Pers Informasi Negara Republik Indonesia (LTKPKSN PIN RI) Sekretaris Kota Langsa Irwan, Sp. angkat bicara, dengan mengatakan, Masyarakat Kota Langsa sangat berterima Kasih atas Pembangunan Saluran Beton dengan Sumber Otsus ini, akan tetapi berikanlah dengan ikhlas kepada masyarakat Aceh khususnya Kota Langsa dalam bidang pembangunan infrastruktur melalui program yang ada.

“Janganlah ada kesan pembiaran seperti sekarang ini, para rekanan bekerja dengan tanpa adanya pengawasan secara continue dari Dinas terkait, disini kami juga tahu memang ada pengawasan dari Consultant yang di tunjuk berdasarkan Kontrak yang jelas tertera di Plang Proyek dalam tanggung jawab CV. Pati Planning Group, akan tetapi pengawasan tersebut di pastikan tidak maksimal, terkadang ada pengawasan dari Dinas intansi terkait juga belum tentu maksimal apalagi sama sekali tidak adanya pengawasan, jadi bisa di bayangkan apa yang bakal terjadi di kedepan nantinya proyek tersebut,” Imbuh Irwan.

Jelasnya Kembali, hal ini akan menjadi momok kepada masyarakat setempat nantinya dengan hasil pekerjaan yang kurang bagus bisa terdampak ke hal lainnya, maka hasil pekerjaan sudah tentu tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak yang ada.

“Terkait anggaran yang akan digunakan rekanan sa’at akan melaksanakan pekerjaan, Kita sudah sama-sama tahu, lantaran ini sudah menjadi rahasia umum, sebelum memulai pekerjaan rekanan sudah terlebih dahulu mengalami pemotongan anggaran, lantaran Paket Proyek tersebut dalam hitungan sekian persen harus dibayarkan dari asal muasalnya paket proyek tersebut,” kata Irwan.

Sebelum dikerjakan oleh pihak rekanan, maka dengan tidak adanya pengawasan dari Dinas terkait, indikasi cari keuntungan dari pihak rekanan sudah pasti terjadi.

“Maka dengan ini LTKPKSN PIN RI meminta kepada penegak hukum, dalam hal ini Polres Langsa dan Kejaksaan Negeri Langsa agar segera bertindak sebelum masyarakat mendapatkan imbas akibat dampak hasil pekerjaan proyek yang tidak maksimal, Ibarat kata bijak Jika Mau di perhatikan maka perhatikanlah terlebih dahulu, sama halnya dengan bahan material proyek meliputi, Besi, Pasir, Kerikil dan Semen juga butuh perhatian PPTK tersebut, agar bertahan sesuai dengan kapasitasnya.,”tutup Irwan Sp. (MR/DANTON )

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif