Polres Tapteng Gelar Rekontruksi Pembuhuhan Istri Oknum TNI

Polres Tapteng Gelar Rekontruksi Pembuhuhan Istri Oknum TNI
SHARE

METRORAKYAT.COM. TAPTENG – Kasus pembunuhan istri Oknum TNI yang ditemukan tinggal tulang benulang di Jln. Sihaporas, Kecamtan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara gelar Rekontruksi di lapangan Mapolres Tapteng Kamis, (04/06/20).

Rekontruksi yang di gelar di hadiri keluarga koban dan di jaga ketat oleh Denpom ½ Sibolga beserta jajaran Polres Tapteng untuk pengamanan gelar reka ulang dari kejadian yang sempat Viral di media sosial beberapa minggu yang lalu.

Adapun adegan yang di laksanakan sebanyak 17 adegan. Gelar perkara pembunuhan istri Oknum TNI di perkirakan sudah di rencanakan. Hal ini disimpulkan menurut hasil penyelidikan terhadap tersangka dan para saksi-saks, dari hasil penyidikan ada kesamaan dari pernyataan Masing-masing.

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nicolas Dedy SH, SIK, MH menjelaskan, bahwa di duga kuat kasus pembunuhan korban bermotif dari asmara.

“Dari hasil Rekontruksi, kita mendapatkan Fakta-fakta, bahwa, atara keterangan dari pada Masing-masing saksi, keterangan tersangka, Alat-alat Bukti yang sudah berhasil kita sita, ternyata sama keterangannya, antara keterangan Masing-masing dari kronoligis kejadian, dugaan awal terkait kasus asmara” Papar Kapolres Tapteng sesaaat Konfrensi pers terhadap awak media.

Lanjut Kapolres Tapteng, sebagaimana kita lihat tadi rekontruksi, kita melihat ada unsur-unsur perencanaan, kemudian juga ada konsolidasi awal, sehingga menentukan siapa status dan peran eksekutor, dan peran-peran yang lain.

“Tadi kita lihat, masing-masing sudah punya peran masing-masing, sesuai dengan kronologis yang kita lihat bersama,” terang Kapolres.

Lanjut Kapolres menjelaskan status kedua warga sipil yang bekerja sebagai Honorer di kepemerintahan Pemkab Tapteng, “itu masih tahap proses” terkait tindak pidana atau proses hukum Konektivitas terhadap kedua warga sipil, Kita memberikan peradilan Umum dengan tuntutan pasal 340 pembunuhan berencana, dengan acaman hukumannya Seumur Hidup, maksimalnya 20 Tahun penjara.

Dilain sisi, hasil konfirmasi terhadap penyidik Denpom ½ Sibolga yang sempat Viral terkait unsur Menutup-nutupi kasus pembunuhan yang sempat Viral, penyidik Dempon ½ Sibolga menjelaskan bahwa tidak ada unsur menutup-nutupi, pada saat itu kita masih melakukan peyidikan dan mengumpilkan Barang Bukti dari bersangkutan dan mengumpulkan Data-data yang konkrid terkait kasus itu.

“Kita tidak ada unsur menutup –nutupi, pada saat itu, kita masih mengumpulkan data dan melakukan penyididkan terhadap tersangka secara konkrid terkait kasus tersebut. Maka dari itu, setelah kita sudah mendapatkan data kita akan berikan informasi yang konkrid untuk di publikasikan ke madia,” ucap peyidik Denpom ½ Sibolga kepada awak media sesaat di konfirmasi.

Rekontruksi yang di gelar di lapangan Polres Tapteng berawal dari Jam 09:00 WIB berjalan dengan aman dan kondusip sampai usai. Dalam adegan reka ulang yang di laksanakan di hadiri Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy, SH, SIK, MH, Kapolres Sibolga AKBP Triyadi, Kapemrem 023/KS Mayor Arh Keles Sinaga , Dandim 0211/TT, Letkol Inf Dadang Alex, serta di haddiri Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Sisworo dan di hadiri ratusan warga meyaksikan rekontruksi tersebut dari luar pagar (MR/RM)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif