Gawat! Kapal Pukat Trawl Dan Kapal Ikan Dibawah 30 GT Disebut sebut Diduga Gunakan Solar Industri

Gawat! Kapal Pukat Trawl Dan Kapal Ikan Dibawah 30 GT Disebut sebut Diduga Gunakan Solar Industri
SHARE

METRORAKYAT.COM, BELAWAN – Selain kapal ikan pukat trawl, kapal ikan dibawah 30 GT (Groston) di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) mengunakan bahan bakar minyak (BBM) solar industri, Jumat (05/06).

Hal itu terjadi mungkin dikarenakan harga minyak solar industri lebih murah di bandingkan dengan solar subsidi.

Pada hal di dalam peraturan Presiden maupun Menteri Kelautan dan Perikanan kalau kapal ikan di bawah 30 GT mengunakan solar bersubsidi yang didistribusikan oleh agen penyalur minyak solar ( APMS) .

Untuk mendapat solar bersubsidi harus memiliki surat rekomendasi dari Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. Bagi kapal ikan diatas 30 harus mengunakan minyak solar industri.

Sedangkan kapal ikan yang memiliki alat tangkap pukat Trawl tidak diatur untuk pendistribusianya. Pasalnya pukat Trawl merupakan salah satu alat penangkap ikan yang di larang(haram)untuk beroperasi di perairan Indonesia.

Iwan (53) warga Belawan menyebutkan karena tidak ada penertiban atau tindakan terhadap mobil tanki bertuliskan solar industri, sehingga mobil-mobil tanki tersebut bebas keluar masuk Pelabuhan Perikanan Belawan.

“Kalau mobil tanki yang sering masuk ke Gabion, mobil tanki milik PT PAA., kapasitas 5 Kl dan 16 Kl. Disebut-sebut gudangnya di Jalan Paku Kelurahan Tanah 600 Kecamatan Medan Marelan, ” jelas Iwan saat ditemui, (3/6/2020).

Selain menyuplai solar ke kapal ikan dibawah 30 GT. Mobil tanki milik PT PAA diduga juga memasok minyak kepada kapal ikan diatas 30 GT yang memiliki alat penangkap ikan yang dilarang ( Trawl).

Menurut PT Pertamina (Persero) Regional l diduga menutupi “Bobrok” PT. Petro Andhara Artha (PAA) yang telah menyuplai BBM jenis solar industri ke kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan.

“PT. PAA merupakan salah satu pelanggan BBM industri Pertamina. Terkait detail penyaluran BBM industri oleh PT. PAA dan harga BBM industri yang kami jual ke PT. PAA termasuk data yang tidak dapat kami berikan kepada publik. Karena sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik, data-data tersebut termasuk dalam kelompok informasi yang dilindungi, kaitannya dengan persaingan bisnis,” kata M.Roby Hervindo selaku Unit Manager Communication, Rel & CSR Marketing Operation Region (MOR) 1, Kamis (4/6/2020), diduga menutupi “Bobrok, PT. Petro Andhara Artha (PAA) yang telah menyuplai BBM jenis solar industri ke kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan.(mr/aril)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif