DPRD Samosir, Fraksi Nasdem Minta Pemkap menambah Tenaga PPL

DPRD Samosir, Fraksi Nasdem Minta Pemkap menambah Tenaga PPL
SHARE

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – DPRD Kabupaten Samosir dari Fraksi Nasdem, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) supaya menambah tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Nasdem Polma H Gurning, kepada Metrorakyat.com, Senin (29/6/2020), katanya, kurangnya tenaga PPL di Samosir.

Polma H Gurning menjelaskan, bahwa Fraksi Nasdem menanggapi kurangnya tenaga PPL untuk pertanian dilapangan.

Namun hal ini juga disampaikan empat anggota DPRD Samosir disaat penyampaian Ranperda (Rancangan Peraturan Daerahl) tentang pelaksanaan APBD Samosir Tahun Anggaran (TA) 2019.

Keempat legislator tersebut yakni, Polma Hasehaton Gurning dari Fraksi Nasdem, Parluhutan Sinaga dari Fraksi Golkar, Haposan Sidauruk dari Fraksi PKB dan Rismawati Simarmata dari Fraksi PDIP.

Mengawali tanggapan tersebut, Polma Gurning dari Fraksi Nasdem, mencermati visi dan misi pembangunan Samosir yakni pariwisata dan pertanian yang belum efektif. Terlebih bidang pertanian belum mendapat perhatian serius dari Pemkab Samosir.

Dicontohkannya, terkait penyuluh pertanian lapangan di Samosir. Menurut peninjauan maupun pengamatan dilapangan selama ini, dimana Samosir masih kekurangan tenaga PPL.
“Hanya ada satu orang untuk menangani 3 desa. Ditambah lagi persoalan belum mencukupinya alat transportasi serta kesejahteraan PPL tersebut,” pungkasnya.

Untuk itu, kita mengusulkan agar diperhatikan kesejahteraan PPL serta difasilitasi untuk mengikuti Bimbingan Tenis ( Bimtek) dan mengikutsertakan mereka mendampingi komisi II DPRD Samosir saat melaksanakan koordinasi dengan pihak pemerintah atasan.

Sehingga para PPL memiliki kapasitas mendorong petani untuk melakukan diversifikasi tanaman, artinya tidak harus tanaman padi tadah hujan.
Pada kesempatan ini, Polma juga mengapresiasi perhatian Bupati dalam rangka peningkatan ketahanan pangan melalui pemberian bantuan bibit sayuran bagi rumah tangga yang disalurkan lewat Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang).
Namun disisi lain, kita melihat ini menjadi masalah terutama bagi petani sayur. Karena produksinya tidak lagi terjual di masyarakat dan berpotensi menimbulkan kerugian di pihak petani.

“Saya mengharapkan dalam program pemberian bibit kepada warga, sebaiknya bibit yang diberikan berupa bawang dan kacang tanah. Dengan demikian apa yang disebutkan dalam lagu Pulau Samosir ‘godang disi hassang dohot bawang’ kembali terwujud untuk peningkatan kehidupan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Polma Hasehaton Gurning juga menyoroti soal restocking bibit ikan, alat mesin pertanian, kehutanan, hasil karya tenun dan pelaksanaan APBD Samosir 2019, ungkapnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif