Bupati Samosir Rapidin Simbolon: Penyaluran Bansos Sesuai SOP

Bupati Samosir Rapidin Simbolon: Penyaluran Bansos Sesuai SOP
SHARE

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM menerangkan, pihaknya tetap mengacu Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Hal itu disampaikan ketika dikonfirmasi terkait adanya beberapa Kabupaten / Kota salah satunya Kabupaten Samosir, bersama enam daerah lainnya di Sumatera Utara (Sumut) yang tengah diusut oleh Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu) adanya dugaan penyelewengan bansos Covid-19.

Dijelaskan Rapidin pendataan Bantuan Sosial Tunai (BST), di mana warga penerima sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non-DTKS, Kab Samosir yang paling cepat disahkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos)Kab Samosir. Menurutnya juga paling cepat untuk merealisasikan, yakni sebanyak 18.018 kepala keluarga (KK) dan sudah tuntas disalurkan pada 20 Mei 2020.

Dalam pembagian tersebut selalu didampingi pihak Kepolisian dan TNI, bahkan mereka ikut mencek nama-nama penerima. Dari data penerima 18.018 KK, ada yang tidak dibagi sebanyak 1.001 KK, karena hasil verifikasi penerima tidak layak.

“Dalam pendistribusian BST dari Kemensos tidak mungkin bisa diselewengkan, karena by name by adresss datanya langsung dari Kemensos RI dan dananya dibagi oleh Kantor Pos dan Bank Himbara,” jelasnya.

Dijelaskan kemudian, untuk bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa, Kabupaten Samosir juga yang paling cepat merealisasikan. Dimulai pembagiannya sejak 20 Mei 2020, meski Menteri Desa memerintahkan untuk merealisasikan dengan dead line pada 24 Mei 2020.

“Dana BLT juga sistemnya sama dengan Kemensos RI di mana, yang membayar langsung adalah dari petugas Bank Sumut dan penerima tidak bisa dikuasakan,” ucap dia.

Rapidin menyebut, untuk penggunaan APBD pihaknya belum mengeluarkan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) atau peralatan kesehatan, kecuali untuk pengadaan sembako kepada 6.000 KK senilai Rp 400 juta.

“Semua berjalan lancar dan sudah dipertanggungjawabkan,” jelasnya seraya menyebut sejauh ini Kabupaten Samosir masih zona hijau dan belum ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara terus melakukan penyelidikan dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) terhadap masyarakat terdampak Covid-19, ujarnya. (MR/JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif