10 Hari Pos Jaga Perbatasan Tapteng-Taput Beroprasi, Sopir Dan Sewa Masuk Tapteng Sehat Suhu Badan Normal

10 Hari Pos Jaga Perbatasan Tapteng-Taput Beroprasi, Sopir Dan Sewa Masuk Tapteng Sehat Suhu Badan Normal
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPTENG – Pos Jaga Kendaraan Keluar Masuk Kabupaten Tapanuli Tengah yang berada di Kecamatan Sitahuis diperketat dengan siaga 24 Jam non stop denga sistem aplus (Bergantian).

Hal ini terpatau sesaat Kepala Biro metrorakyat.com Bekunjung ke Pos jaga yang sudah didirikan 10 hari yang lalu, persisnya di perbatasan Tapteng-Taput di Jembatan Aek Raisan.

Tujuan pendirian pos jaga untuk mengawasi kesehatan para sopir dan memantau kesehatan para penumpang Bus Antar Daerah dan Provinsi yang keluar masuk ke Sibolga dan kabupaten Tapanuli Tengah.

Tanpak, walau pun rasa ngatuk terlihat di wajah para pejuang penjagaan Pos di Perbatasan Tapteng telihat, tetapi tugas yang di emban para garda terdepan tak surut disebabkan rasa ngatuk yang bermukim di wajah mereka.

Sembari dengan menatap kedatangan kami kepos jaga di perbatasan Tapteng-Taput dengan mata bermerah dan melemparkan seyum yang lebar, seorang perawat atau suster yang bertugas Pos Jaga Perbatasan Tapteng -Taput melantunkan kata-kata kepada wartawan sesaat di Komfirmasi menyatakan, “Kami siap jiwa raga demi warga Kabupaten Tapanuli Tengah” paparnya dengan wajah gigih menjalankan tugasnya.

Setelah di telusuri wanita yang berparas agak gendut, berbaju Putih tersebut ternyata perawat Puskesmas Pandan dan empat orang temannya.

Penjagaan ketat dilakukan untuk bertujuan memutus mata rantai dari penyebaran wabah COVID-19, agar pandemik COVID-19 tidak masuk ke Kabupaten Tapanuli Tengah.

Adapun yang bertugas di Pos Jaga satu Sip di perkirakan sebanyak 17 Orang Petugas Jaga, diantara lain,anggota BPBD Tapteng sebanyak 4 Orang, Personil Kepolisian 2 Orang, Satpol PP Tapteng 1 Orang, Dishub Tapteng 3 Personil, Dinkes Tapteng 5 Orang, TNI sebanyak 2 Orang Personil.

Tampak dari pandangan wartawan sesaat berkunjung ke Pos Jaga Perbatasan, Mirisnya, petugas jaga yang berada di Antara perbatasan Tapteng-Taput tidak di lengkapi alat APD yang mempuni, sebab kelengkapan APD yang mempuni adalah satu alat untuk menghindari kontak langsung dari para orang terdampak dari wabah COVID-19.

Walau tidak di lengkapi dengan alat septi yang aman, tetapi tampak para petugas jaga yang berada di perbatasan merasa siap dan gigih mengemban tugasnya untuk masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sudah 10 hari setelah didirikan Pos Jaga di perbatasan Tapteng, menurut penjelasan para perawat belum ada seorangpun sopir atau sewa yang masuk ke Kabupaten Tapanuli Tengah teridentifikasi dari gejala wabah Corona “papar seorang perawat” (MR/RM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.