oleh

Suwarno : Bila Ada Penjaga Malam Yang Menyakiti Hati Pedagang P4B, Akan Berurusan Dengan Hukum

SHARE
236 views

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Akibat memaki dan mengejar seorang pedagang pasar petisah yang bernaung di bawah P4B, Amir, oknum petugas jaga malam Basemant Pasar Petisah tahap II terpaksa berurusan dengan pihak polsek Medan Baru Senin (17/7/18) Pukul 04:05 WIB.

Menurut informasi, kejadian bermula dari aksi brutal pelaku yang saat itu sedang bertugas sebagai jaga malam. Entah apa penyebabnya Amir marah berteriak dan mendatangi pedagang satu pesatu.

“Pada awalnya Saya sempat bersembunyi dibawah meja karna suasana yang begitu mengancam dan menakutkan. Selain Saya, Bu Sijabat dan Oppung Siahaan pun diamuknya bahkan kerah baju orang setua itu pun diangkatnya,” ungkap Maria.

Menyaksikan perbuatan pelaku, perlahan-lahan Maria melarikan diri memohon perlindungan dari A Hua Ketua Harian DPP Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B) yang berjarak kira-kira 50 meter dari tempatnya berjualan.

Tak diduga Amir datang dan memaki-maki pengurus organisasi pembela para pedagang P4B itu, ” Nggak ada apa-apanya P4B ini, K****L P4B, K****L P4B !,” teriak Amir dihadapan A Hua, pedagang jeruk dan pria dipanggil Pak Manik.

Pelaku juga mengatakan,” Awas Kau, ditanganku Kau !,” ujarnya kepada Maria yang secara usia lebih pantas menjadi Ibunya.

Terpisah Suwarno Ketua Umum DPP P4B saat didatangi wartawan mengecam dan tak terima Wakilnya diteror, ditakut – takuti.

“Apa oknum petugas jaga malam itu belum paham, pedagang itulah yang membayar jasa mereka. Bagaimana jika seluruh Pedagang Pasar Petisah Basemant ini, membubuhkan tanda tangan secara bersama – sama dan menyatakan tidak menginginkan kehadiran Amir di Basemant Pasar Petisah tahap II ini,”ucapnya, dengan nada kesal.

“Terlebih Saya tidak terima atas penghinaan terhadap kelembagaan P4B yang saya pimpin ini, saya yakinkan ini akan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang selama ini memandang P4B sebelah mata,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Jendral DPP P4B Rahmad Syah Ramadhan Harahap yang juga Bacaleg Dapil 1 Kota Medan dari Partai Perindo menyesalkan perlakuan oknum petugas jaga malam tersebut.

Sambil menghela nafas dan mata yang berkaca-kaca ia merasa perlu untuk memberi pelajaran yang berharga buat orang yang suka menindas yang lemah terlebih kaum wanita.

” Saya tegaskan perlakuan Amir tersebut mengoyak rasa simpati saya padanya selama ini, kini saatnya kita harus memahami peranan masing-masing. Saya adalah Sekjen DPP P4B, para pedagang yang lebih tua menganggap saya anaknya atau adiknya, sedangkan pedagang yang lebih muda menganggap saya abang mereka. Saya tak mau ini terulang !. Secara hukum peristiwa ini telah melanggar Pasal 156 KUHP Tentang Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum. Apalagi hal ini dilakukan kepada sahabat saya Maria Gultom,  seorang kakak yang banyak berjasa di P4B ini,”imbuhnya kesal.

Mester Harahap Bendahara Umum DPP P4B mengutuk keras tindakan tersebut, dengan berapi-api dia mengungkapkan, “Sesuai hasil rapat, bahwa P4B akan menempuh jalur hukum untuk kasus ini sebagai pelajaran berharga bagi semua pihak.

Jangan sekali-kali menyakiti kaum Pedagang, ingat tanpa pedagang tidak ada kegiatan jaga malam di pasar ini. Hargai kami, selama ini kami tetap berusaha menghargai kemitraan ke semua pihak, tapi setelah berulang-ulang kali anggota kami diperlakukan Amir seperti ini, kami harus melawan,”imbuhnya kesal.(MR/Red)

Breaking News