Kenaikan Tarif Air Sesuai Kemampuan Bayar Pelanggan

Kenaikan Tarif Air Sesuai Kemampuan Bayar Pelanggan
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — PDAM Tirtanadi harus sehat jika masyarakat pelanggan menginginkan pelayanan air yang prima. Oleh sebab itu, tarif air yang dikenakan kepada pelanggan harus disesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini. “Kenaikan tarif air disesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini,” kata Ketua Tim Penyesuaian Tarif PDAM Tirtanadi Zulkifli Lubis pada sosialisasi penyesuaian tarif air di kantor Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (20/04/2017).

Sosialisasi dihadiri Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Heri Batangari Nasution, Kepala Sekretaris Perusahaan Jumirin, Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Medan Labuhan Hasri Sahran Ritonga, Kepala Bagian Jaringan Medan Labuhan Sunardi Tambunan dan Kepala Bagian PDAM Tirtanadi Cabang Labuhan Ma’ruf dan Nardi Suheri.

Hadir di sana Camat Medan Labuhan Arrahman Pane, Sekcam Medan Labuhan, Lurah Martubung, pemerhati sosial USU Irvan Simatupang serta Sekjen LSM Penjara Zulkifli serta warga Medan Labuhan.

Dijelaskan Zulkifli, kenaikan tarif air telah disesuaikan dengan kemampuan membayar pelanggan yang berpenghasilan sama dengan upah minimum provinsi serta tidak melampaui 4 persen.

Kata Zulkifli, pihaknya selama ini telah mensubsidi untuk pelanggan rumah tangga (RT) II yang mencapai 20,9 persen. Sementara untuk pelanggan RT III mencapai 41,6 persen. “Dan ini yang menjadi beban bagi perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution mengatakan, saat ini Tirtanadi memiliki 350 ribu lebih pelanggan atau sekitar 74 persen pelanggan di Kota Medan.

“Artinya belum seluruhnya masyarakat Kota Medan menjadi pelanggan Tirtanadi. Tapi kami tidak menutup diri jika ada yang ingin menjadi pelanggan baru,” katanya.

Pemerhati Sosial dari USU Irvan simatupang mengatakan Tirtanadi memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Wajar saja kalau dilakukan penyesuaian tarif air, sementara komponen pendukung sudah naik,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Medan Labuhan, B Nduru mengeluhkan kondisi air yang keruh dan sering mati. 

“Setiap minggunya, air di daerah saya di Kelurahan Tangkahan, tidak hidup. Airnya juga keruh. Kami minta ini tidak terjadi lagi seiring kenaikan tarif air,” harapnya. (bsk)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.