Marak Kekerasan Terhadap Wartawan, Ini Kata Ketua PWI

Marak Kekerasan Terhadap Wartawan, Ini Kata Ketua PWI
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Maraknya kekerasan terhadap wartawan dalam tugas jurnalistik membuat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara Hermansyah ini angkat bicara. Kepada MetroRakyat.com, Hermansyah menyesalkan perbuatan dan tindakan kekerasan yang terjadi bagi awak media dalam tugas jurnalistik, seharusnya para instransi terkait memahami dan jangan menghalang-halangi wartawan dalam tugas jurnalistiknya, Kamis (30/3/2017). Pun demikian wartawan diharapkan agar menimba ilmunya kembali, karena sumber daya manusia wartawan harus ditingkatkan dengan Uji Kompetensi Wartawan sehingga mampu menjadi wartawan yang profesional. “Wartawan seharusnya banyak belajar dan menimba ilmu jurnalistik, seperti ikut UKW dan nantinya wartawan tersebut menjadi profesional”, ujarnya saat dihubungi.

Masih kata Hermansyah, wartawan juga diminta harus memiliki insting atau intuisi, untuk mencium apakah resiko pemberitaan tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Wartawan harus punya penciuman yang tajam, atau memliki insting sehingga terhindar dari aksi somasi atau ancaman yang terjadi akibat pemberitaan”, katanya.

Lebih lanjut PWI Sumatera Utara berharap juga kepada Instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) turut menjaga dan memberikan perlindungan kepada wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. “Maka kita juga meminta Polri agar memberikan perlindungan kepada rekan-rekan kita wartawan dalam bertugas mencari informasi atau berita. Pada intinya wartawan dilindungi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengakuinya, dan hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Pers, sehingga Polri berdampingan dengan wartawan dan menjadi  mitra yang baik”, pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, sejumlah peristiwa kekerasan terhadap wartawan di Sumatera Utara satu bulan terkakhir ini acap terjadi. Pemukulan yang dilakukan Awaluddin kepada Edison Tamba pada Selasa (14/3/2017). Pemukulan berawal dari permintaan Edison Tamba yang akrab dipanggil Edoy kepada oknum Satpol PPP tersebut yang hendak keluar dari halaman belakang kantor Gubsu usai menemui narasumbernya (pejabat Pemprovsu). Kemudian,  Wartawan i News Adi Palaparap (40) Kamis malam (23/3/2017) sekitar jam 21.30 WIB di pukulin di depan rumahnya. Wartawan ini dipukul akibat pemberitaannya, sehingga mengakibatkan kekerasan terjadi. (MR/RED).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.