Banjir Bandang di Padang Sidimpuan, Polri Perbantukan 260 Personil
MetroRakyat.com | PADANG SIDIMPUAN — Kota Padang Sidempuan terkenal dengan sebutan Kota Salak karena di kota inilah para petani salak yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan yang mengelilingi wilayah kota ini, hingga beberapa waktu lalu terjadi bencana alam banjir bandang diwilayah Kota Padang Sidimpuan karena hujan yang turun sejak pukul 17.30 hingga 19.00 Wib yang mengakibatkan meluapnya sungai Batang Ayumi Kota Padang Sidimpuan tepatnya di Sitamang Baru Gg.Nauli. Minggu (26/3/2017) pukul 17.30 Wib.

Saat dikonfirmasi Tribratanewspoldasumut.com Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Drs. Rina Sari Ginting menjelaskan Akibat banjir tersebut puluhan rumah diterjang banjir bandang dan menyapu lima desa sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa yang meninggal dunia sebanyak lima orang, korban luka ringan empat orang dan kerugian materil untuk sementara Rp 4.500.000.000,-

Dari hasil data yang dikumpulkan rumah rusak 17 unit, rumah hanyut 33 unit dan kendaraan yang hanyut 7 unit, dari seluruh desa lokasi yang paling parah akibat banjir tersebut di kelurahan Batunadua Julu Kec. Padang Sidimpuan.

“Hingga saat ini para korban masih didata dan masyarakat dibantu oleh aparat TNI-Polri dan masyarakat Padang Sidimpuan bersama-sama untuk membantu para korban bencana alam banjir dan membangun posko tanggap darurat untuk para korban.” Ungkap Rina.

Dalam tanggap darurat Polres Padang Sidimpuan melibatkan Anggota Polri sebanyak 200 personil dan Brimob 60 personil, BPBD 100 orang, Kesehatan 50 orang dan setiap kecamatan dibuat posko kesehatan dari Dinas Kesehatan KotadMadya Padang Sidimpuan sedangkan Polri dan Dinas Kesehatan membuat lima posko, juga dipersiapkan alat-alat berat 2 unit, 5 unit mobil truk, 3 unit mobil pemadam kebakaran untuk pembersihan TKP akibat banjir bandang tersebut. (MR/RED).
