Umar Zunaidi Narasumber TKPK Kota Tebingtinggi

MetroRakyat.com | TEBING TINGGI – Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM menjadi narasumber pada Rapat Kordinasi Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Tebingtinggi. Selain Ir Umar Zunaidi Hasibuan MM bertindak selaku  nara sumber lainnya yakni Ir Mutyia Fadillah dari Universitas Negeri Medan.

Kegiatan yang mengambil thema “Melaksanakan pembangunan yang partisipatif dan responsif melalui dana Rp100 juta per-kelurahan untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat” pelaksanaannya di Gedung Hj Syawiyah Nasution Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (16/5).
“Dengan adanya data akurat dari masyarakat yang diawasi masyarakat langsung ini yang kita prorgamkan, penanggulangan kemiskinan akan dapat dicapai dengan baik. Pembangunan dikatakan berhasil apabila masyarakatnya diperdayakan dalam pembangunan itu sendiri,”terang Umar Zunaidi Hasibuan
 Walikota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan bagaimana keikutsertaan masyarakat dalam melaksanakan program pembangunan, maka input data awal perencanaan pembangunan dari masyarakat itu memang benar-benar dibutuhkan untuk pembangunan di kelurahan dan datanya sangat akuntabel.
Pada rapat kordinasi kali ini, Umar Zunaidi Hasibuan meminta kepada seluruh kepala kelurahan jangan takut melaksanakan program pembangunan di wilayah kelurahannya, baik itu untuk pembangunan insfrastruktur baik sarana dan prasarana di kelurahan.
“Apabila kita memang menggunakan uang tersebut dengan sebaik-baiknya tanpa ada kepentingan dibelakang dan hanya untuk kemajuan kesejahteraan masyarakat, pasti kita tidak akan bersinggungan dengan hukum. “Jangan takut, peruntunkan dengan benar dan baik untuk masyarakat,”jelas Umar.
Ir Mutyia Fadillah menjelaskan bagaimana dana yang diberikan di kelurahan bisa di akomodir masyarakat baik perempuan dan laki- laki sesuai dengan kebutuhan yang ada. Diambil contoh gambaran oleh Mutyia bahwa kondisi toilet umum di Sumatera Utara paling buruk se indonesia dibanding di daerah Papua dimana kebersihan selalu dijaga. Pembangunan toilet ini harus sesuai kebutuhan masyarakat mulai jenis kelamin laki-laki dan perempuan dari anak-anak, dewasa dan lansia.
Jadi kaitannya dalam pembangunan di kelurahan yaitu bagaimana kita bisa mensinergikan baik kebutuhan untuk pembangunan isfratruktur sarana dan prasarana itu kita harus bisa mengetahui kebutuhan untuk perempuan dan laki-laki, contohnya dalam pembangunan toliet yang harus menimbangkan kebutuhan untuk perempuan dan laki-laki.
Plh. Kepala Bapedda Kota Tebingtinggi, Remuli Kaban mengatakan bahwa dana Rp100 juta per-kelurahan se-Kota Tebingtinggi untuk penanggulangan kemiskinan perkotaan dalam berbagai sektor pembangunan meliputi sektor insfratruktur, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Tebingtinggi.
“Kegiatan ini untuk menampung aspirasi masyarakat dalam melakukan pembangunan. Semua laporan masyarakat kita tampung, hasilnya nanti akan kita masukan dalam program pemerintah Kota Tebingtinggi dalam RPMJP,” beber,Remuli.
Rapat Kordinasi Tim Kordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Tebingtinggi dibuka oleh Wakil Walikota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar. Dihadiri juga Kadis Kouperindag Syahnan Hasibuan, Kepala Inspektorat Marapusuk Siregar, serta Camat, Lurah dan perwakilan masyarakat se Kota Tebingtinggi.(Msp).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.