Trump Kecualikan Walikota London

Trump Kecualikan Walikota London

MetroRakyat.com | WASINGTON  – Calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dari Partai Republik akan membuat pengecualian bagi Wali Kota Muslim London yang baru, Sadiq Khan. Hal itu sehubungan dengan larangan yang dia lontarkan selama kampanye pemilihan pendahuluan, yakni melarang seluruh umat Muslim memasuki AS. Demikian dilaporkan surat kabar New York Times.

Trump diduga mengusulkan larangan bagi umat Muslim untuk memasuki Negeri Paman Sam, pada Desember 2015 atau beberapa hari setelah kelompok teroris menewaskan 14 orang di San Bernardino, California.

“Akan selalu ada pengecualian,” ujar Trump dalam wawancara kepada Times yang terbit, Senin (9/5).

Namun Khan, yang terpilih sebagai wali kota London, pada Sabtu (7/5), menanggapi pernyataan Trump dengan menyampaikan kekhawatirannya bahwa dia tidak akan dapat mengunjungi Amerika Serikat jika Trump menang pemilu, pada November 2016.

Sang miliarder real estat kontroversial ini menyambut baik terpilihnya Khan. Di sisi lain, Trump banyak diasingkan oleh warga Amerika karena telah menghina para imigran, umat Muslim, dan perempuan.

“Saya senang melihatnya. Saya kira ini merupakan hal yang sangat baik dan saya harap dia melakukan tugasnya dengan baik, karena terus terang itu akan menjadi hal yang sangat, sangat baik,” katanya.

Trump menambahkan, jika dia melakukan tugasnya dengan baik. Terus terang jika dia menjalankan tugas yang hebat maka itu akan menjadi sesuatu yang hebat.

Khan, yang menjadi walikota London pertama yang menganut agama Islam, datang dari keluarga imigran asal Pakistan.

“Saya ingin pergi ke Amerika untuk bertemu dan terlibat dengan para walikota di Amerika. Namun, jika Donald Trump menjadi presiden, saya tidak jadi pergi ke sana atas dasar keyakinan saya,” ujarnya kepada majalah Times.

Dia menambahkan, bahwa dirinya yakin pendekatan politik Donald Trump tidak akan menang.

Khan pun meningkatkan upaya kritikannya terhadap Trump, bahkan setelah mengetahui bahwa kandidat presiden dari Republik diduga akan mengecualikan dia dari larangan itu.

“Ini bukan hanya mengenai saya, tapi ini tentang teman-teman saya, keluarga saya, dan semua orang yang memiliki latar belakang sama dengan saya, di mana saja di dunia,” kata Khan.

Dia menyebutkan pandangan bodoh Donald Trump dapat membuat kedua negara menjadi kurang aman serta berisiko mengasingkan umat Muslim mainstream di seluruh dunia dan beralih ke tangan ekstremis.

“Donald Trump dan orang-orang yang ada di sekelilingnya berpikir bahwa nilai-nilai liberal Barat tidak sesuai dengan arus mainstream Islam. London telah membuktikan dia salah,” pungkasnya. (Net/Peter).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.