Pemuda Tukang Cuci Sepatu dari Karanganyar Ini Punya Pekerjaan Sampingan Jadi Dokter Umum di RS UGM

Pemuda Tukang Cuci Sepatu dari Karanganyar Ini Punya Pekerjaan Sampingan Jadi Dokter Umum di RS UGM

MetroRakyat.com  I  SOLO  — “Saya ini tukang bersih-bersih sepatu, pekerjaan sampingan saya sebagai dokter umum di Rumah SakitUGM di ringroad utara Jogja,” kata pemuda itu dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun radio lokal Yogyakarta.

Membaca kalimat ini kamu pasti sedikit bingung bukan?

Bagaimana bisa seorang tukang pembersih sepatu punya pekerjaan sampingan sebagai dokter umum di rumah sakit milik universitas kenamaan di negeri ini? Tapi itulah kenyataan yang terjadi. Pemuda itu namanya Tirta HudhiIa adalah tukang bersih-bersih sepatu sekaligus juga seorang dokter umum yang berencana mengambil spesialis bedah. Cerita menarik tentang Tirta Hudhi ini diposting di halaman Facebook milik Saptuari Sugiharto, wirausahawan terkenal dari Yogyakarta. Semenjak kuliah, Tirta punya hobi yang unik. Ia amat suka membersihkan sepatu. Tirta mengaku senang jika melihat sepatu yang bersih dan terawat. Di tangan Tirta, sepatu yang sudah buluk pun berhasil ia sulap menjadi seperti baru kembali.

Maka jadilah hobi uniknya itu sebagai peluang usaha yang ternyata menjanjikan.

Kisah inspiratif pemuda yang berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah ini dimulai ketika ia kuliah di kedokteran UGM pada tahun 2009. Semasa kuliah, Tirta tinggal di sebuah kos di daerah Pogung, Yogyakarta. Ketika kos itulah, ia sangat suka membersihkan sepatu. Tirta memajang sepatu-sepatu hasil sentuhan tangannya di depan kamar kos miliknya. Melihat hasil kerjaan iseng tangan Tirta yang ternyata bagus, teman-teman Tirta pun mulai menitipkan sepatu mereka untuk dibersihkan. Tirta menerima permintaan tersebut dengan senang hati. Hingga akhirnya ada usul dari temannya untuk menjadikan hobi dan keahlian unik Tirta sebagai peluang usaha. Kebetulan saat itu Tirta sedang membutuhkan banyak biaya untuk membeli buku-buku kedokteran yang harganya memang mahal.

Maka mulailah Tirta membuka usaha bersih-bersih sepatunya. Langkah pertama Tirta adalah menawarkan usaha jasa membersihkan sepatu miliknya itu di forum jual beli Kaskus. Setiap pulang kuliah pukul tiga sore, ia mulai mengerjakan pesanan membersihkan sepatu hingga pukul sembilan malam.Setelah itu ia akan mulai melanjutkan belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliah.

Hanya dengan modal awal sebesar Rp 400.000 saja, usaha Tirta ternyata dapat berkembang dengan baik. Hingga akhirnya ia mendapatkan investor dari kawan ayahnya yang menanamkan modal sebesar Rp 25 juta rupiah. Modal tersebut Tirta gunakan untuk membuka toko pertamanya yang terletak di Alun-alun Kidul YogyakartaHanya dalam tiga bulan saja, usaha Tirta sudah berhasil balik modal.

Tirta kemudian membagi keuntungan 20 persen untuk investornya. Dari toko pertama bersih-bersih sepatu tersebut, Tirta berhasil mendapat penghasilan sebesar Rp 8 juta setiap bulannya. Ia kemudian mulai melakukan ekspansi ke semua sosial media.Pesanan yang ia dapat semakin banyak dan menjanjikan keuntungan. Tirta bahkan pernah mendapat pesanan membersihkan sebuah sepatu mahal dari Bali seharga Rp 120 juta. Padahal ongkos membersihkan sepatu itu cuma Rp 100 ribu.

Ia juga pernah mendapat kiriman sepatu dari Belanda untuk dibersihkan. Biaya pengiriman sepatu itu 40 Euro, padahal biaya membersihkannya hanya 10 Euro. Lebih mahal biaya pengirimannya daripada biaya pembersihan sepatunya. Tetapi karena pelanggan puas dengan hasil kerja Tirta, maka ia pun tidak keberatan. Kini Tirta telah memiliki 20 outlet dan 85 karyawan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Hanya dalam waktu tiga tahun saja, ia bahkan telah membukaoutlet di Singapura. Usaha membersihkan sepatu milik Tirta yang diberi nama Shoes And Care ini bahkan pernah mendapat penghargaan dari Google Singapore sebagai jasa yang paling banyak dicari di internet.

Karena hasil kerja yang bagus dan memuaskan, ada perusahaan di Italy yang merekomendasikan usaha Tirta menjadi rujukan untuk perawatan sepatu di Asia Tenggara. Dari hasil usahanya itu Tirta berhasil menamatkan kuliahnya di kedokteran umum.

Namun yang unik, Tirta mengaku masih menggunakan Honda Supra 125 kemana pun ia pergi. Padahal ia bisa saja membeli mobil baru secara kontan. Ketika ditanya mengapa, Tirta punya jawaban yang sungguh bijak. “Saya masih pakai Honda Supra 125 kemana-mana, uangnya mending saya tabung buat buka outlet lagi nantinya,” ucapnya. Usaha membersihkan sepatu milik Tirta yang sudah mendunia ternyata justru mampu memberi penghasilan yang lebih besar dari gelar dan ijazahnya sebagai seorang dokter. Maka tidak salah ya, jika di awal tadi ia mengaku sebagai tukang bersih-bersih sepatu yang punya kerjaan sampingan sebagai dokter umum. (Peter/TribSol).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.